Magelang News – Suasana haru menyelimuti aula 2 sekolah di Magelang yakni SMP 12 Kota Magelang dan SMA N Kota Mungkid saat sesi parenting bertajuk “The Arrow” disampaikan oleh Budi Irawanto, pendiri Yayasan Kemanusiaan “Sandal Jepitan Bareng”, pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (15/7). Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa baru ini berlangsung penuh makna dan menggugah emosi.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah dengan TNI dari Kodim Magelang, yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan penguatan karakter bagi para siswa baru. Sesi parenting ini menjadi momen refleksi yang mendalam bagi para peserta, terutama ketika Budi Irawanto membahas tentang pentingnya berdamai dengan masa lalu, kondisi keluarga, serta membangun visi masa depan.
Dalam materi yang ia sampaikan, Budi menggambarkan kehidupan manusia melalui filosofi anak panah. Ia membaginya menjadi tiga bagian penting: Nock & Vanes yang mewakili “masa lalu dan luka hati”, Shaft sebagai simbol dari kondisi dan peran keluarga, serta Point sebagai representasi dari visi dan tujuan hidup yang harus ditancapkan kuat di masa depan.
Tak sedikit siswa yang tak kuasa membendung air mata saat dibimbing untuk menyelami dan menerima luka-luka emosional yang mungkin pernah mereka alami. Pesan tentang pentingnya memaafkan diri sendiri dan orang tua, serta membangun masa depan dengan keteguhan hati, menyentuh hati para siswa.
“Acara ini luar biasa. Saya jadi lebih memahami bahwa masa lalu tidak boleh jadi beban, tapi harus menjadi pijakan untuk maju,” ungkap salah satu siswa seusai kegiatan.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari MPLS tahun ini, yang tak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tapi juga memberikan pembekalan mental dan emosional kepada para siswa dalam menyongsong masa depan mereka.







