Magelang, 26 Juli 2025 – Universitas Tidar (UNTIDAR) kembali mencatat momen penting dalam sejarah akademiknya dengan menggelar Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya ke-70 yang berlangsung khidmat pada Sabtu (26/7). Sebanyak 468 wisudawan resmi dikukuhkan dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin langsung oleh Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.
Dalam pidatonya, Rektor menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan gerbang awal untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
“Film sesungguhnya adalah bagaimana kalian menggunakan ilmu ini untuk impact nyata di masyarakat,” tegasnya.
Sebanyak 517 lulusan berasal dari berbagai jenjang dan program studi, termasuk 1 lulusan magister S2 Pendidikan Bahasa Indonesia dengan IPK sempurna 4,00. Program studi dengan jumlah wisudawan terbanyak antara lain:
S1 Ilmu Administrasi Negara: 61 orang
S1 Hukum: 48 orang
S1 Pendidikan IPA: 42 orang
S1 Akuntansi: 42 orang
S1 Teknik Sipil: 40 orang
IPK rata-rata tertinggi dicapai oleh Prodi S1 Pendidikan IPA dengan 3,80.
Rektor juga memberikan apresiasi kepada 10 wisudawan terbaik, lima di bidang akademik dan lima lainnya di bidang non-akademik, yang menorehkan prestasi dari tingkat nasional hingga internasional.
Di antara mereka, Ayu Alifia Widianingrum (Pendidikan Matematika) dinobatkan sebagai wisudawan terbaik tingkat universitas jenjang S1 dengan IPK 3,99, dan Amar Ma’ruf (S2 Pendidikan Bahasa Indonesia) sebagai wisudawan terbaik jenjang S2 dengan IPK 4,00.
Di bidang non-akademik, Afandi dari Prodi Akuntansi mengoleksi lebih dari 20 penghargaan nasional, termasuk Juara 1 National Essay Competition dan Business Plan Competition.
Menariknya, para wisudawan kali ini berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Jawa Tengah (460 orang), Jawa Barat (18), hingga Sumatera Utara (4), yang menurut Rektor menunjukkan bahwa Universitas Tidar telah dikenal luas secara nasional.
Menyoroti tantangan era digital dan kecerdasan buatan (AI), Rektor menekankan pentingnya lulusan UNTIDAR untuk tidak hanya cakap teknologi, tapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai budaya. “Kecanggihan teknologi tanpa disertai nilai-nilai budaya akan kehilangan arah,” ujarnya.
Dalam suasana haru, Rektor juga menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan termuda Najna Anis Mutiara (S1 Hukum), serta tiga wisudawan yang berulang tahun pada hari wisuda: Muhammad Ibnu Ma’sum, Sabilla Hana Susanto, dan Julian Putra Rukmana.
Suasana wisuda semakin emosional saat Ayu Alifia Widianingrum, wisudawan terbaik dari Prodi Pendidikan Matematika FKIP, menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan. Dalam pidatonya, ia menyingkap perjuangannya sebagai anak dari keluarga sederhana yang akhirnya berhasil meraih gelar sarjana dengan predikat cumlaude IPK 3,99.







