Terjadi Longsor di Lereng Gunung Sumbing, Tiga Rumah Terdampak dan Empat Warga Luka Ringan

  • Whatsapp

Magelang – Telah terjadi tanah longsor diwilayah lereng barat Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Prampelan I, Desa Adipuro, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada hari Senin (13/10) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga rumah warga terdampak, satu di antaranya rusak berat, serta empat orang mengalami luka ringan akibat tertimpa material longsor dan reruntuhan bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menjelaskan bahwa longsor tesebut dipicu oleh kebocoran pipa jaringan air PAMSIMAS yang terletak di atas tebing setinggi sekitar 10 meter. Kebocoran tersebut menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan tidak stabil, ditambah dengan curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kaliangkrik selama beberapa hari terakhir.

Bacaan Lainnya

“Hasil asesmen sementara menunjukkan penyebab utama longsor adalah kebocoran pipa air PAMSIMAS di atas tebing, yang membuat kondisi tanah menjadi jenuh air dan akhirnya longsor. Faktor lain yang memperparah adalah curah hujan tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kaliangkrik,” jelas Edi, Senin (13/10).

Material berupa tanah dan batu longsor menimpa tiga rumah warga di bawah tebing. Berdasarkan data BPBD, rumah milik Mahson (60) mengalami rusak berat, sementara dua rumah lainnya milik Marsid (60) dan Takun (58) mengalami rusak ringan di bagian dinding belakang dan atap. Peristiwa terjadi saat sebagian besar warga sedang tertidur. Suara gemuruh keras membangunkan penghuni rumah yang kemudian berusaha menyelamatkan diri.

“Kami sedang tidur ketika tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras dari arah belakang rumah. Tanah langsung ambruk dan menimpa dinding kamar. Anak saya sempat tertimpa lemari, tapi berhasil keluar,” tutur Mahson, korban yang rumahnya rusak berat.

Mahson bersama keluarganya mengalami luka di pelipis kiri dan telapak kaki akibat tertimpa reruntuhan. Mereka telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kaliangkrik dan kini dalam kondisi stabil. Rumah mereka kini tidak dapat ditempati sementara waktu.

Setelah laporan diterima, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Magelang langsung menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan, serta pembersihan material longsoran. Jalur desa yang sempat tertutup berhasil dibuka kembali setelah dilakukan kerja bakti bersama warga dan relawan pada pagi hari.

BPBD juga telah menyalurkan bantuan logistik darurat berupa makanan siap saji, air minum, dan perlengkapan kerja bakti untuk membantu warga terdampak. Sementara itu, proses pendataan kerugian dan kajian pasca-bencana masih berlangsung untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Pihak BPBD Magelang juga mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat curah hujan di wilayah Magelang bagian barat masih tinggi.

Hingga Senin siang, proses pembersihan material longsor masih berlangsung. Warga bersama petugas gabungan menggunakan peralatan sederhana untuk menyingkirkan sisa tanah dan reruntuhan bangunan. Akses jalan desa kini sudah bisa dilalui kendaraan, namun masih licin dan perlu diwaspadai terutama saat hujan turun kembali.

Pos terkait