Wali Kota Magelang Ajak Mahasiswa Teknik Untidar Berpikir Kritis dalam Merumuskan Kebijakan Publik

  • Whatsapp

Magelang News – Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyana, hadir sebagai narasumber dalam acara Training Legislatif Dasar (TLD) yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Teknik Universitas Tidar, Sabtu (18/10/2025), bertempat di Gedung Fakultas Teknik 3.

Kegiatan yang mengangkat tema Analisis Kebijakan Publik tersebut diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Teknik. Tujuannya, menanamkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta memperluas wawasan mahasiswa terhadap proses perumusan kebijakan publik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam pemaparannya, Wali Kota Damar menekankan pentingnya penyusunan kebijakan publik yang berbasis data, terhubung dengan media publik, serta melibatkan masyarakat secara aktif.

“Kebijakan publik yang baik harus lahir dari keterlibatan masyarakat. Pemerintah perlu membuka ruang dialog, misalnya melalui Focus Group Discussion (FGD), agar arah kebijakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Damar.

Ia menambahkan, kondusivitas kota berpengaruh besar terhadap pembangunan daerah, termasuk minat investor untuk berinvestasi di Magelang. Karena itu, stabilitas sosial dan politik menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Lebih lanjut, Damar mengutip gagasan Plato dalam buku Republik, bahwa kebijakan publik idealnya bertujuan mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Tugas pemerintah bukan hanya membuat aturan, tapi juga memandu masyarakat agar tidak bingung dalam menjalani kehidupan, serta menjamin kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Damar juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Magelang dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya melalui program beasiswa bagi 200 anak berprestasi di wilayah kota.

Ia menegaskan bahwa etika dan integritas menjadi hal penting dalam kebijakan publik.

“Yang dibutuhkan bukan hanya orang pintar, tapi juga orang yang beradab,” ujarnya, mengutip Syekh Abdul Qadir Jailani.

Pos terkait