Magelang News – Film dokumenter berjudul Planet of Love karya sutradara Ika Wulandari mengangkat kisah nyata tentang kehidupan anak-anak dengan HIV/AIDS (ADHIV) yang menghadapi diskriminasi di tengah masyarakat. Berdurasi 100 menit, film ini bertema inklusivitas, anak, dan AIDS, dengan latar utama di Panti Asuhan Lentera Anak Surakarta yang dikelola oleh Puger Mulyono.
Saat dimulainya pengambilan video dan gambar lokasinya berada di sekitaran makam pahlawan, namun untuk saat ini sudah dipindahkan ke gedung tua bekas sekolah SD Mbelik.
Film ini mengikuti kehidupan Ngatiyem (65) dan cucunya Okta (9), yang tinggal di panti asuhan Lentera. Okta hidup dengan HIV/AIDS dan sering kali menghadapi stigma, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Ia bahkan dikeluarkan dari sekolah karena status kesehatannya.
Ngatiyem yang bekerja sebagai pengasuh sekaligus perawat, berjuang keras agar cucunya tetap bisa hidup layak dan berbahagia meski menghadapi penolakan. Suatu hari, Okta jatuh sakit akibat gangguan pernapasan.
Kehidupan di panti Lentera sendiri menggambarkan ketulusan, cinta, dan solidaritas di tengah keterbatasan. Anak-anak yang tinggal di sana belajar, bermain, dan tumbuh bersama layaknya keluarga kecil yang penuh kasih.
Latar Sosial dan Pesan Film
Di Indonesia, anak-anak dengan HIV/AIDS masih menghadapi stigma dan diskriminasi yang kuat. Mereka seringkali kehilangan hak untuk bersekolah, bermain, dan diterima oleh masyarakat. Meski ada regulasi pemerintah, pandangan negatif terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) masih menjadi penghalang utama.
Melalui Planet of Love, Ika Wulandari ingin membuka mata publik bahwa anak-anak dengan HIV/AIDS berhak untuk bahagia dan diperlakukan setara. Film ini menjadi cermin sosial tentang pentingnya empati, penerimaan, dan kasih sayang tanpa batas.






