MUNGKID — Satuan Lalu Lintas Polresta Magelang menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran. Kabupaten Magelang yang berada di jalur tengah Pulau Jawa menjadi salah satu jalur utama yang dilalui pemudik, sehingga potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas perlu diantisipasi sejak dini.
Kasat Lantas Polresta Magelang, Kompol Nyi Ayu Fitria Facha menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan beberapa pos pengamanan (Pos Pam), pos pelayanan, dan pos terpadu di sejumlah titik strategis.
“Magelang merupakan jalur tengah di Pulau Jawa, sehingga menjadi salah satu jalur mudik utama. Kami menyiapkan beberapa pos pengamanan, pos pelayanan maupun pos terpadu untuk mengantisipasi potensi kerawanan seperti kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Ia menyebutkan, titik kemacetan yang paling krusial di wilayah Kabupaten Magelang saat ini berada di kawasan Payaman, tepatnya di ruas Payaman–Salam yang masih memiliki bottleneck atau penyempitan jalan.
Namun demikian, pihak kepolisian bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah melakukan perbaikan jalan di kawasan tersebut.
“Sekarang jalan di Payaman–Salam sudah halus. Ke depan diharapkan bisa diperlebar sehingga dapat dilewati dua lajur. Saat ini memang masih ada bottleneck, tetapi kondisi jalannya sudah jauh lebih baik,” jelasnya.
Selain Payaman, potensi kepadatan kendaraan juga diperkirakan terjadi di Simpang Artos. Untuk mengatasi hal tersebut, Satlantas Polresta Magelang telah menyiapkan rekayasa lalu lintas terbaru yang disepakati bersama Satlantas Polres Magelang Kota.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan sistem delay system serta pengurangan titik perpotongan arus kendaraan.
“Dari Jalan Soekarno-Hatta yang semula kendaraan bisa langsung belok kanan menuju kota, kini semua diarahkan belok kiri. Kendaraan yang akan menuju kota harus memutar melalui depan Artos mengikuti lampu lalu lintas arah Purworejo. Tujuannya untuk mengurangi crossing kendaraan,” terangnya.
Dalam penerapannya, rekayasa lalu lintas juga akan memprioritaskan arus mudik maupun arus balik. Pengaturan dilakukan secara situasional dengan sistem penarikan arus kendaraan sesuai kondisi di lapangan.
“Misalnya dari arah Artos bisa dua kali penarikan arus, sedangkan dari arah kota satu kali. Semua melihat situasi lalu lintas saat itu,” katanya.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan jika kondisi di lapangan memerlukan.
Selain itu, Satlantas juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan. Jalur alternatif pertama melalui Simpang Empat Secang menuju jalur Pucang yang tembus ke wilayah Menowo. Jalur lain yang disiapkan yakni melalui jalur Selo–Boyolali serta jalur wisata Kopeng.
Namun penggunaan jalur alternatif tersebut akan disesuaikan dengan jenis kendaraan yang melintas.
Terkait potensi bencana, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk pemasangan rambu di sejumlah titik rawan longsor maupun banjir, terutama di jalur Selo–Boyolali.
Sementara itu, untuk penerangan jalan di jalur alternatif diakui masih terbatas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari.
“Kami mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan memahami kondisi medan jalan, terutama di jalur alternatif yang penerangan jalannya masih terbatas,” ujarnya.
Dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, pembatasan operasional kendaraan berat juga mulai diberlakukan. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), kendaraan angkutan barang seperti truk bermuatan tambang, pasir, dan sejenisnya dibatasi operasionalnya mulai 13 Maret hingga 29 Maret.
Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi dengan pengusaha angkutan serta perwakilan sopir untuk memastikan aturan tersebut dipatuhi.
“Kami sudah mengundang depo, pengusaha angkutan, dan perwakilan sopir. Dalam rapat sudah disepakati bahwa selama masa tersebut mereka tidak beroperasi,” pungkasnya. (hen)







