Ngargogondo, Magelang – Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang saat ini banyak diminati masyarakat. Selain dapat diolah menjadi berbagai macam jenis masakan, Jamur tiram banyak mengandung serat, vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya. Jamur tiram juga rendah karbohidrat, sehingga bisa menjadi pilihan yang baik untuk orang-orang yang sedang ingin menurunkan berat badan.
Berjalan dua minggu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngargogondo, Mahasiswa KKN Kelompok 9 Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta tertarik untuk meliput suatu UMKM dari Desa Ngargogondo, yaitu Budidaya Jamur Tiram.
Berlokasi di Dusun Wagean, Desa Ngargogondo, Magelang, usaha Jamur Tiram yang sudah dirintis sejak tahun 2021 ini dimiliki oleh keluarga Ibu Tutik. Pabrik budidaya jamur ini berjarak dekat dengan kediaman keluarga mereka.
Pada sesi wawancara bersama Bu Nanik Lestari selaku salah satu perintis usaha ini, alasan mereka memilih budidaya jamur adalah karena jamur dapat dipanen setiap hari.
“Jamur itukan setiap hari panennya, jadi enak toh tiap hari bisa panen.” ungkap bu Narni Lestari saat wawancaranya bersama mahasiswa KKN.
Dokumentasi wawancara dapat dilihat disini
Proses budidaya jamur ini terdiri dari beberapa step, mulai dari Baglog (wadah tanam untuk menaruh bibit jamur) yang telah dicampur dengan serbuk kayu, dicampur dengan air, lalu di oven, dan kemudian akan dimasukkan bibit jamur. Kemudian akan ditunggu sekitar 1 bulan, sampai jamur yang sudah mekar bermunculan.
Hasil panen jamur tiram ini juga lumayan banyak, mulai dari 40an kilo, dan bahkan saat ramai, bisa mencapai 3 kuintal per panennya. Jamur yang telah di panen akan didistribusikan kepada agen yang nantinya akan menyalurkan ke pasar. Jamur tiram Bu Tutik ini juga terkenal berbeda dari jamur lainnya karena lebih awet, bahkan jika tidak disimpan didalam kulkas, asal tetap tertutup dengan rapat.







