Muntilan – Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @lekrohim menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang lansia bernama Mbah Semi (84), warga Dusun Macanan, Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, Magelang, dinarasikan gagal berangkat haji hanya karena tidak mampu menggambar jam saat pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Muntilan 1.
Video tersebut memancing simpati dan kritik dari warganet, mengingat usia Mbah Semi yang telah lanjut dan semangatnya untuk menunaikan ibadah haji. Terlebih lagi, menurut informasi yang beredar, dua dokter dari RSUD Merah Putih Magelang yakni dokter spesialis jantung dan dokter spesialis kejiwaan telah menyatakan bahwa kondisi kesehatan Mbah Semi aman untuk berangkat haji.
Menanggapi hal ini, awak media Magelang News mengkonfirmasi langsung ke pihak Puskesmas Muntilan 1. Pihak puskesmas menjelaskan bahwa instansi mereka hanya bertugas sebagai fasilitator pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.
“Yang menentukan apakah calon jamaah haji istitha’ah atau tidak (mampu secara fisik dan mental untuk berangkat haji) bukan puskesmas ataupun dokter,” jelas petugas dari Puskesmas Muntilan 1. “Kami hanya melakukan pemeriksaan dan menginput seluruh data hasil pemeriksaan laboratorium dan fisik ke dalam aplikasi resmi bernama SISKOHATKES.”
Puskesmas menegaskan bahwa tidak ada manipulasi atau pengurangan hasil dalam proses input data tersebut. Semua hasil murni berasal dari pemeriksaan yang dilakukan, dan keputusan akhir tetap berada di tangan pihak berwenang berdasarkan hasil yang sudah masuk dalam sistem.







