Magelang News – Suasana memanas mewarnai proses rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap pegawai negeri sipil asal Magelang, KLP alias Tiwi (30), yang bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) Halmahera Timur. Rekonstruksi yang digelar di Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, pada Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 15.00 WIT itu nyaris ricuh akibat amarah warga yang tak terbendung.
Ratusan masyarakat Kecamatan Kota Maba memenuhi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyaksikan langsung proses rekonstruksi yang menghadirkan tersangka AH alias Hanafi (27). Warga merasa geram atas dugaan tindakan keji yang dilakukan pelaku terhadap korban, yang dikenal sebagai sosok ramah dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya.
Kondisi TKP yang berlokasi di rumah dinas BPS Haltim terlihat semakin memanas ketika warga memaksa masuk untuk melihat tersangka dari dekat. Pihak kepolisian terpaksa memperketat penjagaan agar situasi tidak berujung bentrokan.
Teriakan kemarahan terdengar berulang kali dari kerumunan massa.
“Hanafi kurang ajar, pak polisi kasih keluar itu Hanafi. Torang (kami) mau liat dia. Bila perlu serahkan dia (Hanafi) ke masyarakat, nanti masyarakat yang adili dia,” teriak ratusan warga dengan penuh emosi.
Bahkan, saat rekonstruksi usai, warga menghadang mobil yang membawa tersangka ketika hendak meninggalkan lokasi. Ketegangan memuncak ketika massa mengepung kendaraan tersebut, namun aparat berhasil menembus kerumunan dan membawa tersangka ke Polsek Maba Selatan.
Sebelumnya korban pertama kali ditemukan oleh satpam BPS bersama rekan kerja setelah sebelumnya tidak masuk kantor selama beberapa hari tanpa kabar, meski masa cutinya telah berakhir. Kecurigaan meningkat setelah berbagai upaya menghubungi korban tidak membuahkan hasil, termasuk dari pihak keluarga di Magelang yang juga menyatakan tidak mengetahui keberadaannya.
Mayat korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan setelah Kapolsek Maba Selatan IPDA Habiem Rahmadya bersama Unit Reskrim mendobrak pintu kamar. Bagian kepala korban telah dalam kondisi tinggal tengkorak. Yang lebih mengherankan, kamar dalam keadaan terkunci namun kunci tidak ditemukan di lokasi. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa pintu dikunci dari luar oleh orang lain.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenakan daster warna dongker, tanpa pakaian dalam, baik atasan maupun bawahan.






