MAGELANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Akuakultur Universitas Tidar (Untidar) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Anak Panti Asuhan melalui Pembuatan Diversifikasi Produk Hasil Perikanan Lokal Berbasis Zero Waste dan Strategi Digital Marketing dalam Kewirausahaan“.
Kegiatan yang melibatkan perpaduan peran dosen dan mahasiswa ini berlangsung hangat di Pondok Santri Yatim dan Dhuafa Ihsanul Fikri pada Jumat, 7 Agustus 2026, dan diikuti oleh 30 anak panti asuhan. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian Untidar, Andri Nofreeana, M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali para santri dengan keterampilan praktis dan kemandirian ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
“Kami ingin adik-adik di sini tidak hanya mengenal potensi perikanan budidaya, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai jual tinggi. Prinsip zero waste yang kami usung memastikan seluruh bagian ikan dapat dimanfaatkan tanpa ada limbah yang terbuang,” ujar Andri.
Apresiasi senada disampaikan oleh Bapak Imam selaku perwakilan pengurus Pondok SantriYatim dan Dhuafa Ihsanul Fikri. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian akademisi Untidar dalam memberikan ilmu yang aplikatif bagi para santri.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenaipotensi perikanan budidaya lokal serta pemahamandasar digital marketing. Para peserta diajak memahamibagaimana produk olahan sederhana dapat dipasarkan secaraefektif melalui media sosial dan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sesi yang paling diantisipasi oleh para peserta adalah demonstrasi memasak (demo masak). Menggunakan bahan baku utama ikan nila, tim PKM Untidar memperagakan cara pembuatan bakso ikan, nugget ikan, hingga stik ikan.
Keunikan dari pelatihan ini terletak pada penerapan konsep zero waste. Daging ikan nila diolah menjadi bakso dan nugget yang lezat, sementara bagian kepala dan tulang ikan tidak dibuang, melainkan diproses menjadi bahan baku stikikan yang renyah dan kaya kalsium.
Sebanyak 30 anak panti tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyampaian materi teoritis hingga praktik pembuatan olahan makanan. Melalui kegiatanini, diharapkan para santri memiliki wawasan kewirausahaan yang matang serta mampu memanfaatkan peluang usaha berbasis perikanan secara berkelanjutan di masa depan.








