MAGELANG – Curhatan akun Instagram @nidiaarl_ terkait pengalaman pelayanan kesehatan di RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang menjadi perhatian publik. Unggahan tersebut berisi kisah keluarga saat membawa ayahnya yang dalam kondisi sakit ke IGD RSUD Merah Putih hingga akhirnya meninggal dunia.
Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku membawa sang ayah ke IGD RSUD Merah Putih ketika kondisinya sudah menurun drastis. Namun, menurut pengakuannya, pasien saat itu diperiksa di luar ruangan IGD karena kamar disebut penuh. Keluarga kemudian menunggu sekitar satu hingga satu setengah jam di kursi roda. Pemilik akun mengaku ayahnya tidak langsung mendapatkan hasil pemeriksaan terkait kondisi kesehatannya.
Ia juga menyebut dokter yang menangani sempat mengatakan bahwa hasil pemeriksaan darah tidak dapat dibaca. Keluarga kemudian beberapa kali meminta agar sang ayah dirawat karena kondisinya dinilai sudah cukup parah. Namun, menurut cerita tersebut, dokter menilai pasien belum memiliki gejala yang mengharuskan rawat inap. Keluarga akhirnya membawa pasien ke RS Aisyiyah Muntilan.
Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, setibanya di RS Aisyiyah Muntilan, pasien disebut langsung menjalani sejumlah pemeriksaan, mulai dari pengambilan darah hingga rontgen. Pasien juga kemudian diminta menjalani rawat inap. Hingga akhirnya, sang ayah meninggal dunia beberapa hari kemudian.
Pemilik akun menegaskan bahwa keluarga menerima kepergian sang ayah sebagai takdir. Namun, ia mempertanyakan kualitas pelayanan yang diterima dan berharap kejadian serupa tidak dialami masyarakat lainnya.
“Takdir memang tidak bisa diubah, tetapi usaha, kepedulian, dan tanggung jawab jangan sampai dikurangi. Jangan jadikan takdir sebagai alasan untuk menyepelekan setiap nyawa yang datang meminta pertolongan,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat banyak respons dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial turut membagikan pengalaman yang mereka klaim pernah dialami saat mendapatkan pelayanan di RSUD Merah Putih.
Dirut RSUD Merah Putih: Jadi Masukan dan Evaluasi
Menanggapi unggahan yang viral tersebut, Direktur Utama RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Dr Leli Puspitowati MM, mengatakan pihaknya menerima persoalan tersebut sebagai masukan dan saran untuk rumah sakit.
“Untuk evaluasi bagi internal kami, seluruh unit pelayanan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan. Sehingga ke depan RSMP lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Leli dalam pesannya kepada detikJateng, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Leli, evaluasi dan perbaikan pelayanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Evaluasi dan perbaikan yang terus menerus dan berkelanjutan untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan menjadi komitmen utama seluruh hospitalia RS Merah Putih. Mohon maaf apabila masih ada beberapa kekurangan dari pelayanan kami,” sambungnya.
Leli juga menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah menemui keluarga pasien untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mendengarkan secara langsung masukan dari keluarga.
“Yang pertama terima kasih karena dari keluarga ini sudah memilih Rumah Sakit Merah Putih untuk pelayanan kesehatan untuk keluarganya. Ya kami mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan di keluarga (pasien) dengan pelayanan di kami, dan terima kasih atas saran, masukan. Kami ikut berbelasungkawa juga,” tutur Leli.
Ia memastikan pihak rumah sakit telah bertemu dengan keluarga pasien.
“Ya, sudah bertemu. Insyaallah dari keluarga juga sudah menerima baik kunjungan dari Merah Putih. Ya kami sampaikan juga terima kasih untuk masukan, sarannya, jadi evaluasi buat pelayanan di kami,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak RSUD Merah Putih menyatakan bahwa masukan dari keluarga pasien menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit ke depan.






