Kenapa Harus Mandi Setelah Berhubungan Seks? Ini Menurut Kesehatan dan Agama

Dalam ajaran Islam, mandi junub (mandi besar) setelah berhubungan seksual adalah kewajiban bagi setiap muslim yang dalam keadaan junub. Hal ini ditetapkan dalam Al-Qur’an dan hadis shahih. Allah SWT berfirman: “Apabila kamu junub maka mandilah…” (QS. Al-Mā’idah [5]:6), yang secara jelas memerintahkan mandi setelah berhadas besar (termasuk setelah berjima). Rasulullah SAW juga menegaskan kewajiban ini dalam sabdanya, misalnya: “Jika seseorang telah benar-benar melakukan hubungan intim dengan istrinya hingga bertemu dua kemaluan, maka mandi wajiblah dilakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa setelah suami-istri selesai berjima (hubungan intim), keduanya wajib mandi untuk menyucikan diri.

Islam memandang mandi junub bukan sekadar menjaga kebersihan jasmani, tetapi juga menjaga kesucian spiritual. Mandi besar setelah berhubungan suami-istri membersihkan diri dari hadas besar sehingga seseorang kembali dalam kondisi suci untuk beribadah. Sebagaimana dijelaskan ulama, “Sebab diwajibkannya mandi junub adalah untuk menjaga kebersihan dan kesucian jiwa dari noda janabah dan kesucian badan dari kenajisan dan kekotoran”. Dengan mandi besar, umat Muslim menyucikan diri setelah menikmati kenikmatan biologis yang halal, sehingga badan suci dari kenajisan lahir dan jiwa pun disiapkan untuk beribadah kembali.

Bacaan Lainnya

Secara spiritual, mandi junub juga memiliki makna simbolis yang dalam. Menurut Ibnu ‘Arabi, mandi junub adalah ungkapan penyesalan kepada Tuhan karena selepas orgasme manusia cenderung “melupakan” makna ketuhanan demi kepuasan jasmani. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mandi dan menyucikan diri agar “peluang untuk mencapai kepuasan spiritual tidak terdistorsi dengan kenikmatan biologis” yang baru saja dilakukan. Dengan mandi besar disertai niat (qurbah) mengangkat hadas, seorang Muslim menegaskan kembali komitmennya kepada Allah setelah melakukan hubungan suami-istri. Tanpa niat ibadah, mandi hanya sekadar bersih fisik; tetapi dengan niat qurbah, mandi junub menjadi ibadah yang sarat makna moral dan spiritual.

Dengan demikian, mandi setelah berhubungan suami-istri memenuhi dua sisi: secara kesehatan, menjaga tubuh tetap bersih dan mengurangi risiko infeksi; secara agama, melaksanakan sunnah yang mensucikan jiwa dan badan pasca-hubungan, sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadis.

Pos terkait