Warga Miskin di Kabupaten Magelang Turun! Berkurang 11 Ribu Orang

  • Whatsapp

MAGELANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang merilis data terbaru kemiskinan tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), persentase penduduk miskin di Kabupaten Magelang turun menjadi 9,9 persen, menurun 0,93 persen poin dibanding tahun 2024 yang mencapai 10,83 persen.

Penurunan ini juga berdampak pada jumlah penduduk miskin yang kini mencapai 132,21 ribu orang, berkurang sekitar 11,59 ribu orang dibanding tahun sebelumnya (143,80 ribu orang).

Bacaan Lainnya

Kepala BPS Kabupaten Magelang, Kus Haryono, S.ST., M.Si., menjelaskan bahwa penurunan tingkat kemiskinan ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat secara umum. “Rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan, yang artinya daya beli dan kualitas hidup mereka mulai meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, garis kemiskinan tahun 2025 tercatat sebesar Rp 454.591 per kapita per bulan, naik sekitar Rp 23.302 dibanding tahun 2024. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya harga kebutuhan pokok dan biaya hidup masyarakat.

Dari sisi kedalaman dan keparahan kemiskinan, indeks kedalaman (P1) turun dari 1,23 menjadi 1,04, sedangkan indeks keparahan (P2) turun dari 0,23 menjadi 0,17. Penurunan dua indikator ini menandakan bahwa kesenjangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin kecil.

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Eks Keresidenan Kedu, Kabupaten Magelang menempati posisi ketiga terendah setelah Kabupaten Temanggung (7,78 persen) dan Kota Magelang (5,68 persen). Adapun tingkat kemiskinan tertinggi tercatat di Kabupaten Kebumen sebesar 13,58 persen.

BPS mencatat, secara historis sejak 2016 hingga 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Magelang mengalami tren menurun, meskipun sempat meningkat pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020–2021.

Laporan lengkap hasil survei ini dapat diakses melalui laman resmi BPS Kabupaten Magelang di magelangkab.bps.go.id

Pos terkait