Magelang News – Perputaran uang pada ajang Borobudur Marathon 2025 diprediksi kembali meningkat dan berpotensi melampaui capaian tahun 2024 sebesar Rp73,9 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah peserta yang tahun ini diprediksi lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
Dilansir dari laman detik.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan jumlah peserta Borobudur Marathon 2025 meningkat sekitar 1.000 orang dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 10.500 pelari. Dengan bertambahnya peserta, perputaran ekonomi pun diperkirakan bakal naik signifikan.
“Kita ingin mendorong lebih banyak perputaran ekonomi yang ada di kawasan ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/11/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 di Hotel Artos, Kota Magelang, Sabtu (15/11) sore. Prediksi meningkatnya perputaran ekonomi ini merujuk pada tren kenaikan dari tahun ke tahun.
Perkembangan Perputaran Uang Borobudur Marathon
2017: Rp1,5 miliar
2018: Rp26,5 miliar
2019: Rp30,5 miliar
2023: Rp61,6 miliar
2024: Rp73,9 miliar
2025 (prediksi): Lebih dari Rp73,9 miliar
Kenaikan tajam dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh ribuan peserta dari dalam dan luar negeri yang memadati wilayah Magelang.
Sektor yang Paling Terdampak
Penginapan menjadi sektor yang paling merasakan lonjakan permintaan, disusul oleh UMKM, khususnya kuliner dan kerajinan tangan yang mengalami peningkatan penjualan secara signifikan.
Sektor transportasi juga mengalami kenaikan aktivitas karena tingginya mobilitas peserta dan pengunjung.
Selain itu, peserta marathon turut memberi dampak pada pariwisata lokal, termasuk kunjungan ke Candi Mendut, Pawon, hingga Punthuk Setumbu.
Dengan tren positif yang terus terjadi, Borobudur Marathon semakin menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi daerah dan penguat sektor pariwisata Magelang. Pemerintah daerah berharap momentum ini terus meningkat untuk tahun-tahun berikutnya







