Kenapa Nenek dan Kakek Terlihat Lebih Sayang kepada Cucu? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya

Banyak orang bercanda bahwa ketika seorang anak sudah memiliki anak sendiri, “peringkatnya turun” karena kasih sayang orang tua seolah berpindah kepada cucu. Padahal, apakah benar kakek dan nenek lebih menyayangi cucunya?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Para peneliti justru menemukan bahwa hubungan antara kakek-nenek dan cucu memang memiliki karakteristik yang unik, dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, hingga evolusi manusia.

Bacaan Lainnya

1. Otak Nenek Memiliki Respons Emosional yang Sangat Kuat terhadap Cucu

Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Emory University, Amerika Serikat, menjadi salah satu studi pertama yang memindai aktivitas otak nenek saat melihat foto cucunya menggunakan teknologi fMRI.

Hasilnya menunjukkan bahwa area otak yang berkaitan dengan empati emosional menjadi jauh lebih aktif ketika melihat cucu dibandingkan saat melihat orang dewasa, termasuk anak mereka sendiri. Artinya, nenek cenderung ikut merasakan kebahagiaan, kesedihan, atau ketakutan yang dirasakan cucunya.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Proceedings of the Royal Society B pada tahun 2021. (Emory News)

2. Tidak Lagi Dibebani Tanggung Jawab Besar

Saat membesarkan anak, orang tua harus memikirkan pendidikan, biaya hidup, kesehatan, hingga membentuk karakter anak. Tanggung jawab tersebut membuat mereka sering harus bersikap tegas.

Ketika menjadi kakek dan nenek, sebagian besar tanggung jawab itu sudah berpindah kepada orang tua si cucu. Mereka dapat menikmati kebersamaan tanpa tekanan mengasuh setiap hari.

Bahkan dalam wawancara penelitian Emory University, banyak nenek mengaku mereka lebih menikmati menjadi nenek karena tidak lagi berada di bawah tekanan waktu maupun finansial seperti ketika membesarkan anak. (Emory News)

3. Usia Membuat Mereka Lebih Sabar

Psikolog menjelaskan bahwa bertambahnya usia sering membuat seseorang lebih mampu mengendalikan emosi dan lebih menghargai hubungan keluarga.

Pengalaman hidup selama puluhan tahun membuat banyak kakek dan nenek memilih menikmati momen bersama cucu dibandingkan sibuk mendisiplinkan seperti saat masih menjadi orang tua muda.

4. Cucu Membuat Kakek dan Nenek Lebih Bahagia

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Psychology and Aging menemukan bahwa kakek dan nenek yang aktif membantu merawat cucu memiliki kemampuan memori dan kemampuan berpikir yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak terlibat dalam pengasuhan cucu.

Interaksi dengan cucu memberikan stimulasi sosial, aktivitas fisik, serta rasa memiliki tujuan hidup yang dapat membantu menjaga kesehatan otak pada usia lanjut. (Prevention)

5. Ikatan Ini Sudah Lama Dijelaskan dalam Teori Evolusi

Para ilmuwan juga mengenal Grandmother Hypothesis, yaitu teori yang menyatakan bahwa salah satu alasan manusia dapat hidup jauh melewati usia reproduksi adalah karena peran nenek membantu merawat cucu.

Dengan membantu anak-anak mereka membesarkan generasi berikutnya, peluang keberlangsungan keluarga menjadi lebih besar. Walaupun teori ini masih terus diteliti, banyak penelitian mendukung bahwa kehadiran kakek dan nenek memberikan manfaat bagi perkembangan cucu. (Emory News)

Jadi, Apakah Mereka Lebih Sayang kepada Cucu daripada Anak?

Belum tentu.

Para ahli menilai bahwa rasa sayang kepada anak dan cucu memiliki bentuk yang berbeda. Kepada anak, kasih sayang diwujudkan melalui tanggung jawab, aturan, dan pendidikan. Sementara kepada cucu, kasih sayang lebih banyak diekspresikan melalui perhatian, kelembutan, dan waktu berkualitas.

Itulah mengapa banyak orang merasa kakek dan nenek lebih memanjakan cucu. Bukan karena cintanya lebih besar, tetapi karena mereka sudah berada di fase kehidupan yang berbeda.

Fakta Menarik: Dalam penelitian Emory University, peneliti menemukan bahwa respons emosional nenek terhadap cucu bahkan lebih kuat dibandingkan respons mereka terhadap anak yang sudah dewasa. Hal ini menjadi salah satu bukti ilmiah mengapa banyak cucu merasa memiliki ikatan yang sangat hangat dengan kakek dan neneknya. (Emory News)

Sumber:

  • James K. Rilling dkk. (2021). The neural correlates of grandmaternal caregiving, Proceedings of the Royal Society B.
  • Emory University News (2021): How Grandmothers’ Brains React to the Sight of Their Grandchildren.
  • American Psychological Association / Psychology and Aging (2026) mengenai manfaat pengasuhan cucu terhadap kesehatan kognitif lansia.

Pos terkait