Pendidikan merupakan kunci untuk membentuk generasi muda menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Dalam mewujudkan hal tersebut, guru sebagai garda terdepan dalam pendidikan memegang peran yang cukup besar. Untuk itu, seorang guru harus memiliki kualifikasi yang memadai serta profesional.
Berdasarkan data dari Laporan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) tahun 2023, menunjukkan bahwa sebanyak 82,61% guru sudah memenuhi kualifikasi minimal D-IV/S-1. Namun, dari tingginya persentase tersebut, hanya 31,67% guru yang baru memiliki sertifikat pendidik. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun kualifikasi guru sudah sesuai, namun belum diikuti dengan keprofesionalitasan yang memadai.
Langkah yang bisa diambil untuk meningkatkan keprofesionalitasan guru ialah dengan melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan, kesiapan mengajar serta membekali guru atau calon guru dengan kompetensi mengajar yang memadai sehingga nantinya bisa menjadi guru yang profesional untuk mencetak lulusan-lulusan terbaik bangsa.
Manfaat mengikuti program PPG sangat besar bagi guru maupun calon guru. hal tersebut dikarenakan selain mempelajari teori, program ini juga memasukkan sesi praktik secara langsung sehingga para guru maupun calon guru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk direalisasikan di dalam kelas kepada para siswanya.
Melalui PPG, para guru dan calon guru bisa belajar langsung dari para akademisi dan praktisi terbaik mengenai seluk-beluk pendidikan, seperti merancang kurikulum, persiapan mengajar, metode mengajar yang tepat, hingga teknik evaluasi pembelajaran. Dengan mengikuti program ini, guru akan mampu mengelola proses dengan maksimal.
Selain memberikan manfaat bagi guru itu sendiri, program PPG juga memberikan manfaat yang cukup besar bagi para siswa. Pada program PPG, seorang guru akan mengerti bagaimana cara agar mampu memahami kebutuhan dan potensi siswa. Dengan kemampuan tersebut, guru akan mampu menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan berkualitas sehingga tercipta lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi siswa.
Di sisi lain, meskipun program ini memiliki banyak manfaat, nyatanya masih banyak sejumlah kalangan yang menilai bahwa program PPG terlalu memberatkan calon guru. misalnya dari sisi biaya yang relatif mahal dan waktu pelaksanaan yang terlalu panjang. Kondisi tersebut kerap disinyalir menjadi penghambat minat calon guru untuk mengikuti program PPG.
Adanya peraturan yang mengizinkan lulusan non kependidikan untuk bisa mengikuti program PPG, juga menjadi alasan mereka menolak adanya program ini. Mereka menganggap bahwa mereka sudah berkuliah selama 4 tahun pada jurusan pendidikan akan tetapi harus bersaing dengan yang non kependidikan. Mereka berpikir bahwa hal tersebut sangat tidak adil karena merugikan mereka.
Oleh karena itu, pemerintah harus mampu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada agar program PPG ini dapat diterima oleh semua kalangan. Salah satu cara yang dapat pemerintah lakukan ialah dengan memperbanyak beasiswa bagi para calon guru atau mengurangi biaya pendidikannya agar program ini juga bisa dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah.
Meskipun demikian, program PPG merupakan program yang sudah sangat baik. Karena melalui PPG, para guru dapat terus memperbaharui pengetahuan dan kemampuannya sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan. Apabila para guru memiliki kualitas yang baik, maka mereka juga bisa menciptakan generasi-generasi atau lulusan-lulusan yang berkualitas.
Untuk itu, upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru melalui program PPG harus digalakkan demi mewujudkan pendidikan unggul. Semakin banyak guru mengikuti PPG, dampak positif bagi pendidikan di Indonesia pun akan semakin besar. karena kualitas pembelajaran dan keberhasilan para siswa sangat bergantung pada kompetensi dan kemampuan peserta didik.







