Banyak pasangan yang belum memiliki keturunan bertanya-tanya, bagaimana mungkin bisa terjadi ejakulasi di dalam saat berhubungan seksual, tetapi tidak terjadi kehamilan? Meski terdengar mengejutkan, hal ini ternyata cukup sering terjadi dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor medis dan biologis. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Waktu Ovulasi Tidak Tepat
Kehamilan paling mungkin terjadi saat wanita sedang dalam masa subur, yaitu sekitar waktu ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium). Jika ejakulasi terjadi di luar masa subur, peluang kehamilan menjadi sangat kecil. Sel sperma hanya dapat bertahan hidup di dalam tubuh wanita sekitar 3–5 hari.
2. Kualitas Sperma yang Rendah
Meski ejakulasi terjadi di dalam, kehamilan tidak akan terjadi jika kualitas sperma buruk. Faktor-faktor seperti jumlah sperma rendah, gerakan sperma yang lemah, atau bentuk sperma yang abnormal bisa menghambat pembuahan.
3. Masalah pada Sistem Reproduksi Wanita
Beberapa kondisi seperti penyumbatan saluran tuba, endometriosis, atau kelainan rahim dapat menghalangi sperma bertemu dengan sel telur, sehingga kehamilan tidak terjadi meski terjadi ejakulasi di dalam.
4. Penggunaan Kontrasepsi atau KB Alamiah
Beberapa wanita mungkin sedang menggunakan alat kontrasepsi seperti IUD, pil KB, atau suntik KB. Meski tidak selalu disadari pasangan, alat kontrasepsi ini sangat efektif mencegah kehamilan.
5. Faktor Psikologis dan Stres
Stres berat, kelelahan, atau tekanan emosional juga dapat memengaruhi siklus menstruasi dan kesuburan wanita. Pada pria, stres bisa mengurangi kualitas sperma.
6. Usia dan Gaya Hidup
Usia wanita yang semakin menua akan menurunkan peluang kehamilan. Begitu juga dengan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan pola makan buruk yang bisa memengaruhi kesuburan kedua pasangan.







