Ribuan Warga Padati Lapangan Jetis, Penampilan Saleho Meriahkan Rangkaian Festival Bunga Bandungan 2026

Kabupaten Semarang – Ribuan warga memadati Lapangan Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jumat (4/7/2026) malam. Mereka datang untuk menyaksikan penampilan Saleho yang menjadi salah satu rangkaian hiburan dalam Festival Bunga Bandungan 2026.

Sejak sore, masyarakat mulai berdatangan ke lokasi. Memasuki malam hari, kawasan Lapangan Desa Jetis dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah yang ingin menikmati penampilan Saleho sekaligus merasakan kemeriahan Festival Bunga Bandungan yang telah menjadi agenda tahunan di Kecamatan Bandungan.

Bacaan Lainnya

Festival Bunga Bandungan merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pedagang Bunga Bandungan. Kegiatan ini telah menjadi ikon wisata yang selalu dinantikan masyarakat. Dari tahun ke tahun, Festival Bunga Bandungan terus berkembang dan kini dikenal hingga tingkat nasional, sehingga mampu menarik ribuan pengunjung untuk datang ke Bandungan.

Penampilan Saleho pada Jumat malam menjadi salah satu rangkaian acara sebelum puncak Festival Bunga Bandungan yang akan digelar pada Minggu (5/7/2026). Pada puncak acara tersebut akan digelar kirab bunga yang dimulai dari kawasan Hotel Wahid, melintasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandungan, kemudian kembali menuju panggung utama di Lapangan Desa Jetis sebagai lokasi penutupan rangkaian festival.

Saat Saleho naik ke atas panggung, suasana berubah semakin semarak. Ribuan penonton larut menikmati setiap lagu yang dibawakan. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di sepanjang pertunjukan, menciptakan atmosfer hiburan yang meriah.

Kepala Desa Jetis, Sevlen, mengatakan seluruh rangkaian Festival Bunga Bandungan merupakan kegiatan yang digelar secara swadaya oleh masyarakat tanpa melibatkan event organizer.

“Bilamana nanti selama di lokasi pelayanan kami kurang maksimal, mohon dimaklumi. Karena ini acara organik, tanpa event organizer. Yang bergerak adalah murni rakyat, yaitu para petani dan pedagang bunga,” ujarnya kepada Magelang News melalui pesan WhatsApp.

Menurut Sevlen, seluruh hiburan dalam Festival Bunga Bandungan dapat dinikmati masyarakat tanpa dipungut biaya karena merupakan bentuk rasa syukur para petani dan pedagang bunga atas rezeki yang telah diberikan Tuhan.

“Makanya acara kami gratis, karena judulnya adalah syukuran atas rezeki yang diberikan Tuhan. Biasanya saat bulan Suro bunga tidak laku. Momen ini kami manfaatkan, daripada bunga dibuang lebih baik dijadikan acara syukuran bersama,” tuturnya.

Melalui Festival Bunga Bandungan, masyarakat berharap potensi wisata, sentra bunga, serta pelaku UMKM di kawasan Bandungan semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian warga setempat.

Pos terkait