Tamanagung, Magelang (1/8/2021) – Proses digitalisasi saat ini berkembang sangat pesat dan mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Adanya transformasi digital di segala bidang mendorong masyarakat untuk mulai beralih dari aktivitas yang awalnya masih konvensional menjadi serba digital. Digitalisasi keuangan merupakan salah satu bidang yang sangat terasa transformasi digitalnya, digitalisasi keuangan diharapkan dapat membangun ekosistem digital yang inovatif dan berkelanjutan untuk mencapai tata kelola dan layanan masyarakat yang lebih baik. Akan tetapi cepatnya proses transformasi keuangan digital tidak disertai juga dengan peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat. Tingkat literasi keuangan digital masyarakat baru mencapai 35,5% pada tahun 2020. Selain itu, jumlah masyarakat yang pernah menggunakan layanan keuangan digital untuk keperluan transaksi pembayaran masih sedikit, hanya 31,26%. Hal tersebut menunjukkan bahwa masih banyaknya masyarakat yang belum menggunakan media keuangan digital dalam transaksi sehari-hari.
Rendahnya tingkat literasi keuangan digital yang paling tinggi adalah di desa, masyarakat desa masih suka melakukan pembayaran konvensional daripada pembayaran digital walaupun sebenarnya masyarakat memiliki sarana dan prasarana yang mendukung proses digitalisasi pembayaran seperti rekening tabungan bank dan handphone. Pengurus perkumpulan pemuda RT 2 Dusun Ponggol, Annisaul Baroroh menyebutkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengenal mengenai digitalisasi keuangan tersebut, tidak hanya orang tua tetapi juga anak-anak muda. Beliau juga menambahkan bahwa dengan adanya digitalisasi keuangan khususnya di masyarakat desa dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju.
Berdasarkan permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro memberikan program edukasi mengenai keuangan digital yang difokuskan pada alat transaksi pembayaran digital dengan nama Literasi Digital Payment, Transformasi Keuangan Digital Masyarakat Desa. Program ini difokuskan untuk mengenalkan masyarakat mengenai transformasi digital, manfaat pembayaran digital, macam-macam pembayaran digital, dan keamanan pembayaran digital.
Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode blended, sosialisasi dilakukan dengan mengirim booklet ke grup Whatsapp warga Dusun Ponggol meliputi RT 1, RT 2, dan RT 3. Selain melalui daring, output dari program ini juga dibagikan ke beberapa ibu rumah tangga di Dusun Ponggol. Mahasiswa KKN Undip juga memberikan masker kepada masyarakat pada saat kegiatan turun lapangan berlangsung.
Program Literasi Digital Payment, Transformasi Keuangan Digital Masyarakat Desa diharapkan nantinya dapat memberikan pemahaman masyarakat Dusun Ponggol mengenai pembayaran digital dan diharapkan masyarakat juga mulai beralih menggunakan alat pembayaran digital dalam bertransaksi sehari-harinya.







