Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali mengadakan program Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT) yang pada tahun ini memasuki periode ke-7. Dimana mahasiswa diterjunkan langsung ke lingkungan masyarakat guna ikut serta membantu mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.
Dalam program ini, mahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok dan diterjukan ke beberapa desa, baik di Kota maupun Kabupaten Magelang. Salah satunya di Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang.
Sebanyak empat mahasiswa UNIMMA yang terdiri dari tiga mahasiswa prodi PGSD, yaitu Febrian Arief Pratama; Savira Ananda Fitria; Puput Andini dan satu mahasiswa prodi Manajemen, yaitu Muhammad Hurairah ditempatkan di SDN Sidorejo yang terletak di Desa Sidorejo, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Dimana di SD tersebut mahasiswa mencoba mengatasi permasalahan umum yang biasa terjadi di jenjang sekolah dasar, yaitu terkait literasi. Kepala sekolah SDN Sidorejo sendiri Bapak Kristiarta, S.Pd.SD sangat mendukung dan mengapresisasi program ini.
Guna meningkatkan jiwa literasi siswa, kelompok mahasiswa dibawah bimbingan bapak Arif Wiyat Purnanto ini mengkreasikan kegiatan literasi siswa dalam kegiatan yang unik dan kreatif. Yaitu dengan mengajak siswa membuat komik dari stiker yang tengah viral di kalangan siswa. Penggunaan media stiker viral ini dimaksudkan agar siswa tidak merasa bosan. Kalau biasanya kegiatan literasi dilakukan hanya dengan membaca buku, kali ini siswa dibiarkan berkreasi menciptakan bahan bacaan sendiri berupa komik dengan menggunakan bantuan stiker sebagai bahan ceritanya.
Untuk sasaran pembuatan komik stiker viral ini mahasiswa memilih kelompok kelas tinggi, yaitu kelas 4, 5 dan 6 yang mana sekiranya kelompok kelas tinggi sudah mampu mengolah kata yang jauh lebih baik ketimbang kelompok kelas rendah. Ini juga merupakan saran dan masukan dari salah satu guru di sana.
”Untuk kegiatan pembuatan komik dari stiker viral lebih baik dilakukan di kelas tinggi saja, kelas 4, 5 dan 6. Soalnya kalau untuk kelas rendah masih terlalu sulit sepertinya. Lagi pula ini masih awal tahun ajaran baru. Yang kelas 1 itu baru masuk dan baru beradaptasi dari lingkungan TK ke lingkungan SD”. Tutur Bu Umi, guru kelas 5.
Kegiatan literasi pembuatan komik dari stiker viral oleh siswa kelas tinggi ini dilaksanakan pada saat kegiatan MPLS berlangsung. Hal ini juga atas saran dari guru-guru dan kepala sekolah. Kegiatan MPLS sendiri berlangsung hanya beberapa hari saja. Oleh karena waktu yang singkat itu mahasiswa meminta kelonggaran waktu pada guru wali kelas untuk mengizinkan siswa melanjutkan kegiatan pembuatan komik stiker viral di jam pelajaran. Yaitu jam setelah istirahat pertama hingga jam pulang sekolah, dari sekitar pukul 09.30 hingga pukul 12.00 WIB.
Tiga komik stiker viral berhasil dibuat dalam kurun waktu kurang lebih 8 hari saja oleh tiga kelompok siswa pewaklian kelas 4, 5 dan 6. Siswa-siswa yang mengikuti kegiatan ini mengaku merasa senang dan antusias karena baru pertama kali mereka membuat komik, terlebih dari stiker viral ini. ”Seru banget, soalnya kami baru pertama kali membuatnya. Selain itu kami juga pingin buat komik yang paling bagus, soalnya ada kelompok kelas lain yang juga sedang membuat. Punya kami harus yang paling bagus” – ujar Zahra, salah satu siswa kelas 6 yang mengikuti kegiatan pembuatan komik stiker viral.
Dengan adanya kegiatan pembuatan komik dari stiker viral ini diharapkan kemampuan mengolah bahasa, kreatifitas berimajinasi dan juga minat terhadap kegiatan literasi siswa akan meningkat.







