Tegalrejo- Pola asuh cukup berpengaruh dalam aspek dalam kehidupan anak sampai dirinya dewasa. Karena itu, guru dan wali siswa perlu memahami pola asuh atau parenting dalam mengoptimalkan potensi dan bakat anak. Untuk mewujudkannya, MI YAKTI Ngadirejo gelar seminar parenting pada Kamis (23/11/2023) di Serambi Masjid Baitul Muttaqin.
Seminar parenting dengan tajuk “orangtua dan guru idolaku” tersebut menghadirkan, Andrian Gandi W, M.Pd., akademisi dari Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung. Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala, guru, siswa dan wali siswa MI YAKTI Ngadirejo.
Dalam sambutannya, kepala MI YAKTI Ngadirejo, Imron Muaviq, S.Ag, menyampaikan tujuan kegiatan, “Hari ini adalah pertama kalinya MI YAKTI Ngadirejo melaksanakan seminar parenting di tahun 2023. Tujuannya untuk mengoptimalkan bakat dan minat siswa melalui kerjasama antara madrasah dan orang tua siswa dengan perguruan tinggi INISNU Temanggung.” paparnya
Sementara itu, Andrian Gandi W, M.Pd, dalam paparannya menekankan “parenting lebih dari sekadar sebuah tugas. Parenting adalah seni mendidik dan membimbing anak menuju masa depan yang cerah. Fondasi dalam parenting menggabungkan do’a, cinta, kelembutan, ketegasan, keteladanan orangtua dan guru dalam kehidupan anak sesuai sesuai ajaran agama dengan pola asuh dan komunikasi sesuai zaman”. Ungkap dosen PGMI.
Pihaknya menambahkan “pola asuh dan komunikasi bukan sekadar sebagai pertukaran kata dan pesan. Namun juga berfungsi sebagai media untuk mengajar, membimbing anak. Lebih jauh lagi, hal ini berkontribusi dalam pengoptimalan potensi, pembentukan karakter, anak, moral, dan spiritualitas”. Papar Dekan FTK.
“Maka, perlu bagi orang tua dan guru dalam mengajarkan prinsip penting yang tidak bisa diajarkan oleh media sosial seperti adab, ikhlas, tanggung jawab, kerja keras, dan empati dalam percakapan dan kegiatan anak. Anak cenderung mengimitasi prinsip ini dalam perilaku dan tindakan yang ada di sekitarnya. Selain itu, kita perlu menyadari setiap anak punya potensi masing-masing. Memberikan stimulasi yang tepat sesuai umur. Mengurangi ekspektasi dan menghargai proses dalam setiap tahap pencapaian anak. Serta mengapresiasi setiap hasil dengan cara yang tepat. Inilah yang nantinya menjadikan kita sebagai orangtua dan guru idola anak.” Papar anggota GP Ansor Mangunrejo.
Peserta seminar juga terlibat aktif dalam kegiatan diskusi yang dibawakan oleh moderator Laila Fatkhiyatul Ulfa, S.Pd.I. Kegiatan ini terlaksana sebagai bagian caturdharma dosen INISNU Temanggung dengan lembaga Pendidikan Dasar. (*)







