Inisiasi QRIS Untuk UMKM Dusun Pakis Kulon Sebagai Bentuk Transformasi Digital

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Magelang – Di era digital saat ini, transformasi digital menjadi salah satu keharusan yang saat ini perlu dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap dapat bersaing dan bertahan. Memahami pentingnya hal ini, kelompok Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOMM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengambil langkah untuk mendorong transformasi digital bagi UMKM di Dusun Pakis Kulon melalui program pembuatan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

QRIS atau Quick Response Code Indonesia Standard merupakan sistem pembayaran digital berbasis QR Code ditetapkan oleh Bank Indonesia melalui PADG No.21/2019. Dengan QRIS, pelaku UMKM dapat menerima pembayaran nontunai secara mudah, cepat, dan aman melalui aplikasi dompet digital. Proses transaksi menjadi lebih efisien karena tidak memerlukan uang tunai atau kartu fisik, cukup dengan memindai kode QR menggunakan smartphone.

Mulai dari awal bulan April hingga Juni 2024 ini, terhitung sudah 3 UMKM yang QRIS usahanya sudah dibuatkan oleh Kelompok MBKM FIKOMM UMBY, diantaranya adalah Faza Kuker, Jamur Sarwo Mandiri, dan Waterland Coffee. Dengan Qris yang sudah dibuatkan, UMKM dapat menikmati berbagai manfaat seperti peningkatan efisiensi transaksi, pengurangan risiko kehilangan atau kesalahan perhitungan uang tunai, serta kemudahan dalam melacak dan mencatat transaksi.

Pada pembuatan QRIS ini, kelompok MBKM FIKOMM UMBY memilih aplikasi DANA sebagai merchant transaksi digital yang akan digunakan oleh para pelaku UMKM karena dianggap lebih efisien secara waktu. Tidak hanya membuatkan QRis saja, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai cara penggunaan QRIS yang efektif, mulai dari bagaimana mempromosikannya kepada pelanggan hingga bagaimana pengelolaan transaksi digitalnya. 

Melalui pendekatan yang personal dan komunikatif ini, pelaku UMKM dapat lebih mudah memahami dan mengadopsi teknologi QRIS dalam kegiatan bisnis sehari-hari mereka. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menghadapi transisi menuju transaksi digital karena mengetahui ada pihak yang siap mendukung mereka.

“Semoga dengan adanya QRIS untuk usaha saya ini bisa membantu memudahkan transaksi jualan saya, mengingat sekarang kan sudah serba digital”. Ujar Bu Har, selaku salah satu pelaku UMKM Dusun Pakis Kulon.

Pos terkait