Magelang News – Sejak 22 Maret 1984 Kota Mungkid adalah ibu kota Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Kota ini memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan perkembangan Kabupaten Magelang dan Candi Borobudur.
Bagaimana sejarahnya?
Dilansir dari beberapa sumber Kota Mungkid berada di wilayah yang dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8 hingga ke-10). Bukti sejarah yang paling terkenal adalah Candi Borobudur, yang dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra sekitar abad ke-9 M.
Pada masa penjajahan Belanda, pusat pemerintahan Kabupaten Magelang berada di Kota Magelang. Namun, setelah Indonesia merdeka, terjadi pemindahan pusat pemerintahan ke Mungkid pada 22 Maret 1984. Hal ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Borobudur dan mengurangi kepadatan di Kota Magelang.
Sejak tahun 1984, Mungkid resmi menjadi ibu kota Kabupaten Magelang menggantikan Kota Magelang yang berstatus sebagai kota administratif. Nama “Mungkid” sendiri berasal dari nama desa di wilayah tersebut, yaitu Desa Mungkid.
Saat ini, Kota Mungkid berperan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Magelang dan mendukung pengelolaan kawasan wisata Candi Borobudur. Selain itu, Mungkid berkembang sebagai pusat ekonomi, pendidikan, dan administrasi di Kabupaten Magelang.
Sejak pemindahan ibu kota Kabupaten Magelang ke Kota Mungkid pada 22 Maret 1984, Kabupaten Magelang telah dipimpin oleh 7 bupati definitif dan 2 penjabat (Pj.) bupati. Berikut adalah daftar bupati tersebut:
1. H. Mohammad Solihin (1984–1994)
2. Kol. Inf. H. Kardi (1994–1999)
3. Drs. H. Hasyim Afandi (1999–2004)
4. Ir. H. Singgih Sanyoto (2004–2014)
5. Zaenal Arifin, S.IP. (2014–2024)
6. Sepyo Achanto (Pj. Bupati, 29 Januari 2024 – 20 Februari 2025)
7. Grengseng Pamuji (20 Februari 2025 – sekarang)
Informasi ini berdasarkan data dari Wikipedia dan sumber-sumber terkait.







