CENTRAL BACA KAMPUNG EDUKASI JOGAHAN CITROSONO MEJAWAB KERESAHAN MASYARAKAT MENGATASI PENDIDIKAN ANAK DI ERA PADEMI COVID-19

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Pademi covid-19 sebuah wabah yang luar biasa didunia ini, berbagai negara terkena dampak darinya, begitu pula di negeri ini. Dari sektor perekonomian, keagamaan sampai ke pendidikan. Siapa yang tak mengeluh akan keadaan ini, hampir semua elemen masyarakat menegeluhkan dengan keadaan ini yang tak kunjung usai.
Pendidikan adalah salah satu tombak yang urgent dalam kehidupan masyarakat terutama pada anak-anak. Bisa kita lihat dan kita rasakan selama covid-19 hampir perubahan anak-anak baik tingkah laku sifat dan kebiasaan semua berubah. Banyak orang tua pun mengeluhkan dengan keadaan tersebut baik dari tingkah laku anak-anak sampai sistem pembelajaran yang membuat pusing, apalagi di sebuah perdesaan yang jauh dari jangkauan kemajuan teknologi tidak bisa kita bayangkan bagaimana keresahan orang tau dalam mengatasi pendidikan ini.
Pemuda adalah pasak kekuatan perubahan menjalankan peradaban yang baik di sebuah negeri, pepatah arab mengatakan
” ﺣَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟْﻔَﺘَﻰ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻭَﺍﻟْﺘُّﻘَﻰ”
Hayaatul fataa bil ‘ilmi wat tuqoo
Kehidupan seorang pemuda adalah dengan ilmu dan ketakwaan.
Maka disinilah kehadiran pemuda sangat di nanti masyarakat untuk menopang kelayakan perubahan di masa akan datang, Pemuda mengaji yang terhimpun dari komponen pemuda dusun Jogahan Citrosono Grabag yang diwadahi oleh FKAPJ (Forum komunikasi dan aspirasi pemuda jogahan) berinisiatif berkicimpung dalam mengatasi keresahan masyarakat dalam hal pendidikan anak dikampung jogahan citrosono dengan membentuk rumah baca yaitu berupa perpustakaan “central baca” sebagai fasilitas belajar anak-anak, dengan harapan meskipun pademi belum kunjung usai dan anak terbengkalai dalam belajar mereka bisa belajar di perpustakaan yang kami bentuk, baik belajar mandiri maupun dengan bimbingan relawan pemuda yang ada. Sehingga pendidikan anak yang terhambat dengan sistem belajar daring yang susah di cangkau baik sinyal maupaun teknologi bisa terminimalisir dengan belajar bareng bersama di perpustakaan dengan dampingan pemuda.
Harapan kedepan setelah pademi usai mereka terap antusias belajar bersama dengan segala agenda belajar yang sudag tersusun sejak sekarang sehingga akan tercapai sebuah kebiasaan belajar yang baik dan tercipta kampung edukasi yang baik untuk menunjang peradaban pendidikan yang maju dari perdesaan untuk negeri indonesia tercinta.

#Dari anak desa untuk kemajuan peradaban pendidikan indonesia.

Support akun sosial media kami fb. Ig @central_baca

Pos terkait