Mbah Tumini, Pemecah Batu di Borobudur yang Tak Kenal Usia

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Magelang, Mbah Tumini yang usianya sudah 70 tahun dan telah menyambung hidup menjadi pemecah batu selama 40 tahun di desa Sambeng, Borobudur

Tim pemerhati masyarakat sandal jepitan bareng saat menyusuri sudut Magelang mengungkapkan bahwa banyak orang – orang disekitar kita yang menginspirasi salah satunya mbah Tumini.

Bacaan Lainnya

“Bersyukur dan banyak belajar kemarin bertemu dengan para wonder women di kehidupan nyata yang ternyata banyak kita jumpai di magelang.

Beberapa diantaranya ada di jalan alternatif borobudur kulonprogo, tepatnya berada di daerah sambeng yaitu mereka lara simbah simbah yang masih begitu kuat dan luar biasa perjuangannya

Banyak belajar dengan beliau beliau bagaimana menjalani kehidupan yang mungkin kita ibaratkan  meskipun kerasnya kehidupan itu seperti batu mereka sanggup pecahkan” Ungkap Budi Irawanto selaku Pemerhati Masyarakat sekaligus Ketua SJB

Simbah – simbah ini mengambil batu kali kemudian memecahkannya menjadi pecahan kecil-kecil kemudian simbah jual per tenggok seharga 3 ribu.

Rata rata sehari hanya bisa memecah dan mengumpulkan 5 tenggok itu pun harga segitu harus mengangkutnya hingga mobil pengangkut.

Pos terkait