MAGELANG – Tim SEBAR (Komunitas Seni Baca Relief) mengadakan Lokakarya membaca salah satu relief di Candi Borobudur tentang kisah Maha Boddhi Jataka pada tanggal 6 Agustus 2023 di Bale Pasinaon RUPAKATASWARA, Desa Wanurejo, Magelang.
Lokakarya ini dibuka dan disambut oleh Mayor Jenderal (Purn) Hendardji Soepandji selaku Ketua Umum KSBN (Komite Seni Budaya Nasional) dan dihadiri oleh pegiat seni, pecinta sastra dan budaya, serta Tim KKN Sekolah Tinggi Multi Media di Kecamatan Borobudur.
Candi Borobudur, sebagai situs warisan dunia UNESCO yang terkenal, telah menjadi inspirasi bagi banyak seniman dan penulis untuk menyampaikan pesan-pesan filosofis dan kehidupan melalui seni baca relief.
Bambang Eko Prasetya (Direktur Sekolah Sastra Nittramaya) salah satu yang biasa dikenal sebagai Eyang Bep yang menjadi pembicara pada lokakarya ini. Oleh karena itu, acara lokakarya ini diinisiasi dengan tujuan untuk melestarikan dan menggali potensi seni dan sastra berbasis relief, serta memperkuat rasa cinta terhadap kearifan lokal Indonesia.
Sebelum menuju ke kisah Maha Boddhi Jataka, Eyang Bep menceritakan Candi Borobudur secara umum dahulu kepada para hadirin.
Tampak terlihat antusias dengan cerita yang disampaikan Eyang Bep, hingga terjadi komunikasi dua arah antara hadirin dan Eyang Beb terkait pengetahuan mereka tentang Candi Borobudur. Barulah masuk ke cerita utama tentang salah satu relief yang ada di Candi Borobudur, yaitu Maha Boddhi Jataka.
Pada acara Lokakarya ini, Eyang Bep turut memberikan bingkisan yang berupa buku tentang 71 cerita relief di Candi Borobudur dan juga T-Shirt dengan gambar relief di candi Borobudur kepada Ketua Umum KSBN. Harapannya bingkisan ini dapat turut dipajang di Gallery KSBN pusat yang berada di Jakarta.
Salah satu dari 71 cerita relief tersebut adalah kisah Maha Boddhi Jataka, yang dibawakan oleh 2 sastrawan. Menceritakan bagaimana kisah siapa sang Boddhi, lalu bagaimana perjalanan nya hingga bertemu dengan raja dan diangkat menjadi hakim istana, lika liku perjalanan nya yang lumayan rumit membuat para hadirin memahami cerita dari sang Boddhi tersebut, kisah diakhiri dengan pelajaran atau hikmah yang bisa dipelajari dari kisah tersebut.
Acara ini juga diakhiri dengan foto bersama peserta, diharapkan nya kisah Boddhi ini menginspirasi para hadirin, dan kesadaran hadirin atas kisah-kisah relief lainnya yang belum mereka ketahui, serta pentingnya kesadaran dalam seni budaya dan sastra.






