Pandangan Seni Tatto Pada Masyarakat Jaman Sekarang
Najwa Kuntum Ardhisa (Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (kiri), Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd. Dosen Universitas Negeri Semarang (kanan))
Pada perkembangannya kini seni dianggap sebagai pemanis saja diantara kehidupan yang begitu cepat, anak sekolah diburu akselerasi, anak kuliah diburu cepat wisuda, kehidupan kerja apalagi menuntut manusia yang didalamnya untuk mempercepat produksi demi makin cepat pula kembali modalnya si boss. Di kehidupan pada zaman sekarang, masyarakat merasa membutuhkan seni untuk merelaksasi pikiran dengan mendengar dentingan dentingan gitar maupun datang ke balai budaya untuk melihat pameran seni lukis untuk sekedar mengambil gambar untuk diupload ke media sosial. Lalu masih pokokkah seni kini? Di zaman maha cepat ini masih sempatkah kita untuk sekedar merenungi makna dari sebuah karya seni?
Pada zaman sekarang, seni tidak hanya berupa musik, lukisan, dan ukiran pada kanvas atau alas putih. Namun sekarang orang-orang banyak yang membuat seni gambar dan ukiran pada badan mereka (tatto). Dalam beberapa tahun terakhir, tato banyak digemari oleh banyak orang, sayangnya di negara bagian Timur, tato merupakan hal yang bisa disebut nakal dan bisa memberikan stigma yang jelek pada masyarakat karena tato selalu dikaitkan dengan preman atau perampok. Tato adalah fenomena budaya, orang-orang menghias tubuh mereka untuk merasakan hal tertentu, tetapi orang-orang di Indonesia sulit keluar dari pola pikir mereka. Pandangan terhadap tato sering kali sama rumitnya dengan desain itu sendiri. Namun bagi para penggemar seni rajah tubuh permanen, tato adalah tren yang akan terus ada.
Ada sejumlah alasan seseorang mengingini tubuhnya dirajah dengan seni visual yang semakin menjamur ini. Yakni adalah sebagai sebuah simbol untuk menunjukkan identitas dan eksistensi diri, ingin tampil berbeda dengan menjadi diri sendiri dan menunjukkan keunikan dirinya secara jujur apa adanya. Di belakang keindahan seni sebuah tatto, tersirat ungkapan hati, pengalaman, kisah hidup, masa lalu, curahan jiwa, impian, inspirasi keinginan terpendam hingga gambaran pribadi seseorang. Tatto menunjukkan ekspresi pemiliknya tentang apa yang ada di dalam isi pikiran, memori hingga mimpi dan kenangan yang mungkin layak untuk digoreskan di atas kanvas berupa kulit di bagian tubuh.
Sehingga tidak aneh kita melihat ada seorang ayah yang mengabadikan senyum anak kesayangannya di lengan. seorang suami yang kemudian melukis wajah kekasih yang kini menjadi istri yang dikaguminya di dada, atau simbol simbol religi yang ia anggap sangat bermakna dalam hidupnya. Tatto adalah sebuah cermin bagaimana seseorang merasa, memandang, memahami, memaknai atau berfikir tentang suatu hal yang menarik atau memiliki kesan lebih dalam penggalan hidupnya. Tatto juga sebuah seni yang penuh dengan unsur estetik dan artistik yang tentu memberikan kepuasan dan kebanggaan bagi pemiliknya.
Tidak heran jika ada pemilik tato yang kemudian lebih percaya diri, lebih termotivasi, lebih bergairah atau lebih bangga dan menerima dirinya sendiri jika tattoo dengan gambar impiannya menancap indah di kulitnya. Bagaimanapun juga tattoo adalah sebuah fenomena sosial yang tentu akan dipandang secara berbeda dan relatif oleh semua orang. Terlepas dari baik buruknya, sependapat atau tidak sependapat sebuah tattoo, tentu kini aksi merajah tubuh ini harus diperhatikan unsur keamanan,kebersihan, kesehatan dan juga resikonya jika terjadi kesalahan dalam prakteknya.






