Cokelat Bikin Goodmood Tanpa Jadi Gemuk??

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Cokelat merupakan makanan yang berasal dari tumbuhan kakao (Theobroma cacao L.) dan memiliki beberapa olahan seperti coklat pahit, coklat putih, dan coklat susu. Rasa manis pada coklat sering kali dijadikan pelampiasan dikala badmood, namun tak jarang masyarakat beranggapan bahwa coklat menjadi salah satu penyebab kegemukan.

Rasa manis pada cokelat batangan yang dikonsumsi oleh masyarakat merupakan hasil pengolahan biji kakao dalam bentuk bubuk (cocoa powder), pasta (cocoa liquor) atau lemak cacao (cocoa butter) yang dicampur dengan bahan tambahan lain termasuk gula. Kandungan di dalam coklat (100 gr) terdiri dari energi sebanyak 527 kalori, karbohidrat 63 gram, protein 2 gram, dan lemak 30 gram.

Bacaan Lainnya

Saat mengonsumsi coklat, zat tambahan pada coklat seperti gula akan menimbulkan rasa ketagihan yang dapat memicu jalur penghubung ke otak dan berinteraksi dengan zat kimia otak yaitu enkephalin. Enkephalin sendiri yakni bahan kimia otak alami yang dapat mengaktifkan reseptor opioid (reseptor dari morfin). Saat Mengonsumsi cokelat akan meningkatkan kadar enkephalin sehingga tubuh membutuhkan untuk mengonsumsi coklat dengan kadar berlebih. Selain enkephalin juga terdapat theoboromine yang apabila dikonsumsi bersama kafein akan menimbulkan efek positif pada suasana hati seseorang dan adanya dorongan afrodisiak.

Kecanduan cokelat itulah yang akan berdampak baik atau buruk ke kesehatan pengonsumsi. Mengonsumsi cokelat terbukti memiliki banyak manfaat yang telah terbukti (Gonzales,1998). Selain meningkatkan suasana hati bagi pengonsumsinya, cokelat juga bermanfaat untuk menurunkan risiko stroke, kesehatan jantung yang lebih baik, sistem kekebalan tubuh yang tangguh, dan fungsi otak yang lebih baik. Namun, mengonsumsi cokelat dalam jumlah yang besar per harinya dapat menyebabkan obesitas, jerawat, diabetes, tekanan darah tinggi, perubahan suasana hati, refluks asam, mulas, dan risiko kecanduan.

Kelebihan mengonsumsi coklat seperti kegemukan atau obesitas karena mengonsumsi cokelat terjadi ketika AKG (Angka Kecukupan Gizi) orang tersebut sudah tercukup namun menambah konsumsi coklat secara berlebih dimana cokelat batangan tinggi akan kalori, lemak dan gula. Sementara itu, pada orang yang Angka Kecukupan Gizi (AKG) nya belum tercukupi atau kurang maka mengonsumsi cokelat yang berlebih tidak akan berdampak ke kesehatannya.

Jadi, cokelat dapat meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik karena kafein di dalamnya dapat bereaksi dengan theobromine yang memiliki efek positif pada suasana hati dan juga menyebabkan dorongan afrodisiak. Dorongan afrodisiak tersebut yang dapat menimbulkan kecanduan konsumsi cokelat. Konsumsi cokelat yang berlebihan dapat menyebabkan kegemukan apabila mengonsumsi cokelat saat Angka Kecukupan Gizi (AKG) orang tersebut sudah tercukupi.

 

Daftar Pustaka

Suwahono. 2022. Zat Aditif Dan Adiktif Pada Makanan: Coklat Bikin Good Mood Tanpa Jadi Gemuk?. Diskusi series chapter 3, (p. 1-5)

Claresta, L., & Purwoko, Y. (2017). Pengaruh Konsumsi Cokelat Terhadap Tingkat Kecemasan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Praujian. Jurnal Kedokteran Diponegoro, 6 (2): 737-747.

Sudibyo, A. (2012). Peran Coklat Sebagai Produk Pangan Derivat Kakao Yang Menyehatkan. Jurnal Riset Industri, 6 (1): 23-40.

 

Pos terkait