Magelang, Pembimbing Kemasyarakatan Muda di Balai Pemasyarakatan Kelas II Magelang, Eny Winarti, menekankan pentingnya pendekatan yang intensif dan sesi konseling dalam membimbing klien. Hal ini menjadi kunci kesuksesan dalam proses pembimbingan dan pemulihan Klien. Pada hari ini, Eny Winarti memberikan konseling dan pengarahan kepada klien apel di kantor Bapas (12/12/2023).
Salah satu klien yang mendapat pembimbingan adalah RD, seorang Klien Pembebasan Bersyarat. RD secara rutin melaksanakan kewajiban lapornya di Kantor Balai Pemasyarakatan Kelas II Magelang. Eny Winarti, sebagai pembimbing, berperan penting dalam memberikan bimbingan dan konseling yang intensif kepada RD.
Dalam sesi konselingnya, Eny Winarti tidak hanya memberikan arahan terkait tata cara pelaporan, tetapi juga mendorong RD untuk mendekatkan diri pada nilai-nilai spiritual. “Banyak-banyaklah ibadah, dekatkan dirimu pada Tuhan. Kamu harus bisa merubah nasibmu sendiri,” ujar Eny Winarti dengan penuh semangat.
Pendekatan spiritual menjadi bagian integral dalam proses Pembimbingan di Bapas Magelang. Eny Winarti meyakini bahwa memperkuat nilai-nilai spiritual dapat membantu narapidana untuk menemukan motivasi dan tujuan hidup yang lebih baik. Dengan memfokuskan pada perubahan internal, diharapkan klien seperti RD dapat sukses dalam proses reintegrasi sosial dan mengubah pola hidup mereka.
Pembimbingan kemasyarakatan bukan hanya tentang pemenuhan kewajiban hukum, tetapi juga memberikan perhatian penuh terhadap perkembangan pribadi dan psikologis klien. Eny Winarti bersama Pembimbingan kemasyarakatan di Bapas Magelang terus berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal demi menciptakan Klien yang dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan positif.






