Pelajari Transformasi Limbah Olahan Kelapa, Tim PPK Ormawa BEM KM FMIPA UGM Gelar Upgrading Internal

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Ibu Ariani mengaku senang karena dapat membantu terlaksananya program BRICOFI, beliau berharap agar program BRICOFI dapat berjalan dengan lancar dan dapat bermanfaat bagi orang banyak. 

Upgrading internal cocopeat dan cocofiber dilaksanakan secara online dengan mengundang narasumber Bapak Syahid Ashari, S.TP., MM., seorang wirausaha yang telah lama berkecimpung dalam bisnis cocopeat dan cocofiber. Beliau kini bekerja di PT Coconut Coir Cilacap sebagai seorang director.

Bapak Syahied memaparkan materi mengenai proses pembuatan cocopeat dan cocofiber, kesulitan dan cara mengatasinya, hingga pemasarannya. Beliau juga menjelaskan bagaimana menyusun alat yang digunakan untuk mengolah cocopeat dan cocofiber. Pada sesi diskusi, beliau mengatakan bahwa limbah serabut kelapa ini sangat mungkin diolah menjadi cocopeat dan cocofiber yang memiliki nilai jual lebih tinggi, hanya saja harus sabar dalam mencari pasar yang sesuai.

Acara upgrading internal ini dihadiri oleh seluruh anggota tim BRICOFI. “Semoga seluruh program yang telah direncanakan oleh tim BRICOFI dapat terlaksana seluruhnya sehingga warga desa terbantu dalam menyelesaikan masalah lingkungan tentang limbah bahkan menjadi produk inovatif yang semoga berdampak positif,” ujar Katon anggota tim BRICOFI, Jum’at (19/7).

Dengan diadakannya acara upgrading internal pembuatan briket, cocopeat dan cocofiber, diharapkan seluruh anggota tim BRICOFI dapat menyerap materi dengan baik, dan mampu mempraktikkan proses pembuatan briket, cocopeat, dan cocofiber dengan jelas kepada masyarakat sasaran di Desa Trenten.

Pos terkait