Mahasiswa KKNT IPB Berhasil Mengaktifkan Kembali TPS 3R: Pembuatan Aquaponik dan Peningkatan Daya Si

  • Whatsapp

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Magelang, 24 Juli 2024 – Mahasiswa KKNT IPB University yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKNT-Inovasi) membawa angin segar bagi desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Dengan semangat juang dan kepedulian, mereka menginisiasi berbagai program inovatif yang berfokus pada ekonomi, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kelompok Mahasiswa KKNT IPB University yang terdiri dari sepuluh orang. Ini pertama kalinya IPB University mengadakan KKN di Kabupaten  Magelang, yang dipimpin oleh Muhammad Rizky Syahputra dari program studi Ilmu Ekonomi Syariah. Anggota kelompok lainnya adalah Aisyah Azzah Majidah (Ilmu Keluarga dan Konsumen), Diana Puspita Sari (Agribisnis), Mohammad Arsyad Izzadin (Ekonomi Sumberdaya Lingkungan), Regi Deviarni Putri dan Mohammed Raihan Taufiq Dzaki (Agronomi dan Hortikultura), Nida Hanifah (Arsitektur Lanskap), Abuzar Al-Ghifari (Peternakan), Gentada Rewimacahya Sulistyo (Teknik Mesin dan Biosistem), dan Khairatun Hikmah (Ilmu Ekonomi Syariah). 

Salah satu fokus utama program kerja yang dibawakan adalah ketahan pangan melalui sistem aquaponik. Inovasi ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus yang saling menguntungkan. Sistem aquaponik memanfaatkan air dari kolam ikan yang kaya nutrisi untuk diserap oleh tanaman sawi hijau dan kangkung. Air ini mengandung limbah ikan yang telah diolah oleh bakteri menjadi nitrat, pupuk alami yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, tanaman dalam sistem ini membantu menyaring air kolam, membuatnya bersih  sehingga meminimalisir pencemaran air dan aman untuk ikan. Hasilnya, sistem aquaponik menghasilkan dua panen sekaligus: protein dari ikan dan sayuran segar yang bergizi. Inovasi ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan desa, tetapi juga memberikan solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan air kolam ikan. Mahasiswa KKNT IPB University tidak hanya membangun sistem aquaponik, tetapi juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga desa untuk mengoperasikan serta memeliharanya secara mandiri.

Kreativitas dan kepedulian mahasiswa KKNT IPB University di Desa Wringinputih, Magelang, tidak berhenti di situ. Mereka juga memperkenalkan budidaya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Maggot, larva dari lalat BSF (Black Soldier Fly), memiliki kandungan protein tinggi dan dibudidayakan dengan memanfaatkan limbah organik desa seperti sisa makanan dan kotoran ternak. Maggot yang dibudidayakan kemudian dipanen dan diolah menjadi protein kering yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan diminati oleh peternak ayam dan ikan di sekitar desa. Budidaya maggot ini memberikan solusi untuk pengelolaan limbah organik desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Warga desa dilatih dan didampingi oleh mahasiswa KKNT IPB University untuk budidaya dan pengolahan maggot secara mandiri, sehingga mereka dapat memperoleh penghasilan tambahan dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

Pos terkait