Borobudur Ganti Baju: Pintu Baru, Aturan Baru!

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

MAGELANG – Candi Borobudur, situs warisan dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, secara resmi memindahkan pintu masuk utamanya ke lokasi baru di area Pasar Kampung Seni Kujon mulai hari ini, Selasa (8/10/2024). Perubahan ini juga mencakup pemberlakuan sistem kunjungan baru untuk menjaga kelestarian candi sekaligus meningkatkan pengalaman wisatawan.

Ryan Eka Permana Sakti selaku Coorporate Secretary Group Head InJourney Destination Management dari Kantor Pusat PT Taman Wisata Candi, dalam surat resmi bernomor 5085/OP.001/X/2024 menyatakan, “Titik drop-off (masuk) dan pick-up (keluar) wisatawan akan diberlakukan satu pintu melalui akses Museum dan Kampung Seni Borobudur (KSB) di Dusun Kujon.”

Ummu Fatimah, mahasiswa Universitas Tidar yang sedang menjalani program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di kawasan Borobudur, menjelaskan detail perubahan tersebut.

”Pintu masuk utama sekarang dipindahkan ke area Pasar Kampung Seni Kujon, sementara pintu masuk lama resmi ditutup. Pusat oleh-oleh juga dipindahkan ke dekat pintu masuk baru,” ujar Ummu.

Menurut Ummu, ”Lokasi baru ini dipilih mungkin agar pengunjung bisa menimati Kampung Seni secara langsung begitu mereka masuk. Dengan demikian, diharapkan wisatawan tidak akan melewatkan Kampung Seni yang baru dibangun ini, karena mereka bisa mengunjunginya sebelum lelah menaiki candi,” jelasnya.

Terkait pembatasan pengunjung, Ummu menjelaskan bahwa sejumlah wisatawan yang dapat menaiki struktur candi kini dibatasi maksimal kurang lebih 1.200 orang per hari, namun tidak ada batasan untuk pengunjung yang hanya ingin berada di area plataran candi.

Sistem reservasi juga mengalami perubahan, ”Pengunjung disarankan untuk membeli tiket jauh-jauh hari secara online karena pembelian di tempat beresiko kehabisan kuota,” terang Ummu. Kunjungan ke struktur candi kini juga menggunakan sistem delapan sesi per hari, dimulai pukul 08.30 hingga sesi terakhir pukul 15.30, dengan selisih waktu satu jam antar sesi.

Ummu juga mejelaskan tentang fasilitas baru yang disediakan, ”Pengunjung diwajibkan menggunakan alas kaki khusus bernama ’upanat’ saat menaiki struktur candi. Kami juga menyediakan layanan transportasi gratis bernama ’sattle” dari area candi menuju pintu keluar hingga akhir tahun 2024 masih gratis, kedepannya mungkin akan berbayar,” tambahnya.

Dalam surat resminya, pihak manajemen menyatakan, ”Kami mengharapkan perhatian dan dukungan dari seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan perubahan ini demi kelancaran kunjungan wisatawan serta pengembangan kawasan yang lebih baik.”

Pos terkait