Saerina menambahkan, penelitian yang ia lakukan dengan kulit buah salak dibagi menjadi tiga konsentrasi yaitu, 1% (1mg ekstrak dalam 100mg facial wash and scrub), 2,5% (2,5mg ekstrak dalam 100mg facial wash and scrub), dan 5% (5mg ekstrak dalam 100mg facial wash and scrub). Masing-masing konsentrasi dengan perbandingan kontrol negatif (facial wash and scrub tanpa ekstrak) dilakukan pengujian dengan uji organoleptis hingga uji antioksidan.
“Penelitian ini masih membutuhkan pengujian lebih lanjut hingga nantinya bisa menjadi produk yang layak jual. Harapannya, semoga nantinya bisa mengembangkan skin care berbahan dasar alam Indonesia yang ramah lingkungan ini, sehingga tidak kalah dengan produk impor,” pungkasnya.







