Mengenai sumber pendanaan dan mitra pelaksana, Presiden Prabowo juga menyatakan keterbukaan terhadap kerja sama internasional, tanpa mengandalkan sepenuhnya pada bantuan luar negeri.
“Kita terbuka perusahaan-perusahaan dari Tiongkok, dari Jepang, dari Korea, dari Eropa, dari Timur Tengah yang mau ikut silakan. Tapi kita tidak tunggu, kita akan gunakan kekuatan kita sendiri,” pungkas Presiden.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan kawasan Pantai Utara Jawa dapat lebih terlindungi dari bencana alam, sekaligus menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia.






