Magelangnews.com – Melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Universitas Muhammadiyah Magelang berkerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Magelang melakukan sosialisasi dan pendampingan melalui Gerakan Ayo Kuliah sebagai kegiatan PPMT. Program ini ditujukan kepada anak-anak KPM PKH kelas XII yang telah lulus baik dari SMA/ SMK Sederajat.
Kegiatan Gerakan Ayo Kuliah ini, pertama kali diadakan di Kabupaten Magelang sebagai gerakan yang diadaptasi dari Gerakan Ayo Kuliah yang telah dilaksanakan di Lampung, sebagai Juara 1 Leadership Experience And Development (LEAD) Indonesia Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Bakrie Center Foundation (BCF).
Penandatangan Kesepakatan pelaksanaan kegiatan Gerakan Ayo Kuliah dilakukan di Aula Rektorat pada Jumat (12/6). Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial PP KB PPPA Kabupaten Magelang dengan Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang.
Rektor UMMagelang, Dr. Suliswiyadi, M.Ag menyampaikan apresiasi dan menyambut baik Kolaborasi PKH Magelang dengan Universitas Muhammadiyah Magelang yang akan dilakukan bersama Dinas Sosial. Diharapkan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dalam segala aspek.
Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Magelang, Arif Rohman Muiz SE, MM menuturkan bahwa Gerakan Ayo Kuliah (GAK), diharapkan dengan hal tersebut, dapat memutus tali kemiskinan, sehingga anak-anak KPM setelah lulus SMA/SMK dapat melanjutkan ke perguruan tinggi dan dapat mengembangkan kemampuan, serta potensi yang dimiliki dalam pekerjaan nantinya.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kualitas, efektifitas dan dampak dari Gerakan Ayo Kuliah yang dilaksanakan di Kabupaten Magelang, tepatnya di Kecamatan Bandongan sebagai wilayah tempat pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Gerakan Ayo Kuliah.
Pada kegiatan tersebut, tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang yang dibimbing oleh Dosen Pendamping Lapangan Bapak Arif Wiyat Purnanto, M.Pd. dengan tim Mahasiswa yang beranggotakan 5 orang mahasiswa PGSD, diantaranya Julia Rahmawati sebagai ketua tim Mahasiswa dan 4 orang anggota, yaitu Shania Afrisca Haqu, Dwi Sartina, Aji Santoso, dan Aini Nur Faizah. Kegiatan dilaksanakan selama 2 pekan, dimulai pada hari Senin (22/6) hingga Sabtu (4/7), dengan total peserta kegiatan Gerakan Ayo Kuliah sejumlah 24 siswa dengan masing-masing sekolah asal dan pilihan kelanjutan studi yang berbeda.
Anak-anak tersebut dibimbing dan diberikan materi pelajaran tambahan sebagai referensi untuk menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi. Meski dari mereka tidak semua yang berminat masuk ke peruan tinggi, dengan pengadaan Pilot Project ini diharapkan seluruh siswa sebagai peserta kegiatan kemudian memiliki keterbukaan pandangan untuk dapat melanjutkan ke tingkat studi yang lebih tinggi, yaitu tingkat universitas.
Menurut Julia Rahmawati, “Hasil akhir yang diharapkan di Kecamatan Bandongan adalah siswa sebagai anak KPM PKH yang semula belum memiliki keinginan untuk berkuliah, ia dapat terdorong untuk berkuliah tahun ini baik melalui UTBK SBMPTN maupun di luar UTBK. Selesainya kegiatan menjadikan tolak ukur pembangunan masyarakat maju tepatnya di Kecamatan Bandongan”.
Penutupan kegiatan dilaksanakan setelah pelaksanaan kegiatan selama dua pekan. Di Kecamatan Bandongan, tepatnya pada hari Senin, (6/7) pukul 13.00 WIB dilaksanakan penutupan kegiatan bersama dengan Supervisor Kabupaten Magelang sebagai perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Magelang dan pihak PKH Kecamatan Bandongan beserta jajarannya di ruang Kecamatan Bandongan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magelang, Iwan Agus Susilo menyampaikan bahwa dengan adanya Gerakan ayo Kuliah melalui Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, dengan penerima bantuan sosial melalui Program Keluarga Harapan di Kabupaten Magelang anak diharapkan bisa memaksimalkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Program Keluarga Harapan Gerakan Ayo Kuliah diharapkan mampu menjadikan anak KPM PKH Kecamatan Bandongan yang memiliki daya intelektualitas yang tinggi dengan pengembangan diri melalui pendidikan tinggi atau perguruan tinggi. Sehingga mampu menjadikan generasi muda yang berwawasan luas dan memiliki daya saing dalam era globalisasi.
Maka, dengan hal tersebut Ibu Ichun selaku SPV Kabupaten Magelang menuturkan bahwa sangat besar harapkan program ini tidak berhenti pada program Pilot Project saja, tetapi dapat berlanjut pada kegiatan yang berikutnya dan selalu bekerjasama demi meningkatkan produk pendidikan yang berkualitas di Kecamatan Bandongan dan sekitarnya.







