Di awal masa pandemi Covid-19, banyak orang yang mencari cara untuk menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari virus. Salah satu hal yang banyak dipercaya oleh masyarakat Magelang adalah mengkonsumsi ramuan herbal, yaitu jamu tradisional. Jamu tradisional dianggap sebagai pilihan alternative untuk mencegah terkena paparan virus Covid-19. Jamu tradisional telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu atau sekitar zaman Kerajaan Mataram, yang mana bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Jamu tradisional biasanya terbuat dari bahan alami, seperti akar-akaran, daun-daunan, kulit batang, dan buah dari tumbuh-tumbuhan.
Dalam penuturan Bu Erly, beliau telah menjalankan usaha jamu tradisional tersebut selama 10 tahun terakhir. Usaha berjualan ini merupakan usaha keluarga yang dijalankannya Bersama suaminya. Awalnya, Bu Erly berjualan menggunakan sepeda selama dua tahun. Pada tahun-tahun berikutnya beliau memutuskan untuk menggunakan sepeda motor,
”Setelah itu untuk menambah pelanggan saya, saya memutuskan untuk menggunakan sepeda motor. Alhamdulillah-nya penjualannya bisa meningkat dan jangkauan pelanggan saya bisa lebih luas,sehingga sampai saat ini saya menggunakan sepeda motor.” begitulah penuturan Bu Erly.
Berdasarkan penuturan Bu Erly, usaha jamu yang dijalankan beliau hanya menjalankan usaha dengan berkeliling dan tatap muka dengan pelanggan. Ia dan suami belum memutuskan untuk berjualan dikarenakan kondisi keluarga dan belum menemukan waktu yang efektif untuk berjualan online. Sehingga, proses berjualan yang beliau lakukan kepada pelanggan tetapnya adalah dengan menyiapkan pesanan pelanggan dan meletakkan pesanan tersebut pada rumah pelanggan.
Keunggulan jamu tradisional Bu Erly adalah bahan yang digunakan dalam pembuatan jamu. Menurut penuturan beliau, beliau menggunakan bahan yang fresh dan langsung diolah diambil sarinya. Bahan-bahan tersebut didapatkan dari petani kenalan Bu Erly. Jamu-jamu yang telah diproduksi selanjutnya didistribusikan ke lingkungan sekitar tempat produksi beliau.
Dalam menjalankan sebuah usaha pasti ada suka dan duka tetapi tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Seperti Bu Erly, walaupun dalam kondisi pandemi yang sulit ini beliau tetap berusaha menjalankan penjualan jamu tradisionalnya. Beliau tidak hanya berusaha untuk mengembalikan kondisi perekonomian rumah tangganya, tetapi juga dapat membantu masyarakat lain yang sekiranya memerlukan alternatif untuk menjaga daya tahan tubuh di masa pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir ini.







