Penyakit Demam Berdarah

⚠ Artikel ini adalah artikel berita warganet. Konten ini menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi.

Maraknya peningkatan jumlah kasus demam berdarah kini terus terjadi. Berdasarkan data yang
ada hingga tanggal 14 Juni 2021 total kasus DBD di Indonesia meningkat mencapai 16.320
kasus. Peningkatan saat ini sebanyak 6.417 kasus jika dibandingkan total kasus DBD pada
bulan bulan terakhir ini. Jumlah kematian akibat DBD pun meningkat pada kasus terakhir juni
menjadi 147 kasus. Hingga kini jumlah kabupaten atau kota yang terjangkit terus menerus
bertambah menjadi 387 di 32 provinsi. Adapun data kasus tersebut tertinggi menyerang usia
14-50 tahun.
Saat ini masyarakat sedang mengalami kekawatiran akan terjangkitnya penyakit Demam
Berdarah. Pergantian musim dari panas ke musim hujan sekarang ini sangatlah rentan dengan
adanya penyakit deman berdarah. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja baik anak-anak
maupun orang dewasa. Sseseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah maka akan
rentan terkena. Deman berdarah sering dikenal oleh masyarakat dengan DBD atau disebut
sebagai dengue fever. Penyakit demam berdarah terjadi akibat adanya gigitan nyamuk jenis
Aedes aegyti yang hidup di daerah tropis dan subtropis. Nyamuk tersebut memiliki ciri ciri
seperti berwarna hitam dengan belang-belang warna putih pada tubuhnya. Nyamuk DBD ini
juga berkembang biak digenangan air yang jernih di sekitar pemukiman padat masyarakat.
Nyamuk ini beraksi atau menyerang manusia diwaktu pagi dan sore hari.
Penyakit akibat gigitan nyamuk ini dapat mengakibatkan deman yang tinggi, kulit mengalami
ruam merah merah, otot mengalami nyeri, dan sakit pada area mata. Selain ini DBD juga ada
yang parah yang akan mengakibatkan pendarahan, tekanan darah menurun dan akan
menyebabkan kematian.
Demam berdarah dapat dikenali dengan tanda-tanda baik secara fisik maupun sikis antaranya
suhu badan meningkat lebih 40C, nyeri kepala, nyeri pada tulang, mual muntah, dan
pendarahan pada gusi atau hidung. Banyak orang yang mengalami gejala seperti itu dan dalam
waktu seminngu atau lebih bisa sembuh dan ada kemukinan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Biasanya orang yang terkena DBD akan mengalami penurunan jumlah trombosit akibat gejala
tersebut. Penurunan jumlah trombosit bisa diatasi dengan memperbanyak mengkonsumsi buah
jambu dan banyak air mineral. Begitupun dengan penanganan DBD tidak ada penanganan
secara terapi, tetapi bisa ditangani dengan mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah
dehidrasi, periksa ke dokter untuk mendapatkan obat sebagai penanganan pertama dan jika
kondisi semakin parah maka lebih baik menjalankan perawatan secara intensif di rumah sakit
untuk mendapatkan penanganan khusus oleh para medis.
Penyakit demam berdarah timbul karena hidup masyarakat yang kurang memperhatikan
kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar. Upaya yang dapat dilakukan agar dapat
mencegah penyakit DBD yaitu dengan tidak lupa menguras tempat penampungan air selain
menguras kita perlu upaya membersihkan tempat penampungan tersebut dengan cara
mengosok dengan menggunakan sikat dan sabun untuk membuang telur atau jentil jentil
nyamuk tersebut atau bisa juga dilak ukan pemeliharaan ikan pemakan untuk mengurangi
jentik-jentik, menutup tempat penampungan atau juga bisa mengubur barang bekas didalam
tanah agar tidak mengganggu lingkungan yang dapat berpotensi menggundang nyamuk, perlu
adanya pemanfaatan kembali limbah yabg bernilai ekonomis atau mendaur ulang barabgbarang tersebut agar tidak menjadi tempat nyamuk berkembang biak dan tidak lupa untuk
reboisasi dan menenam tanamam supaya dapat mengusir nyamuk.Dari upaya-upaya tersebut
masyarakat diharapkan cukup berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kasus ini dapat
telihat jelas dari sisi masyarakat itu sendiri dan dari lingkungan yang cukup kondusif sekali
untuk bisa perindukan dari vektor nyamuk Aedes Aegypti.
Pada tahun 2020 itu telah mengeluarkan protokol pencegahan dan pengendalian infeksi dengue
dilakukan dengan langkah langkah yang inovatif disamping itu juga pelaksanaan kegiatan
pencegahan dan pengendalian covid 19, semua langkah-langkah yang digunakan untuk
pencegahan infeksi DBD disini juga tetap menerapkan protokol penularan covid-19. Langkahlangkah ini dapat untuk mencari penderita dan dirumah atau tempat umum seperti TPU dan
TPI yang menjangaku lingkungan yang terdampak virus DBD.
Maka dari langkah penanganan ini kita harus berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, dan
tidak lupa dengan gotong royong agar menciptakan lingkungan yang bersih dan kondusif.
Masyarakat perlu melakuakan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan paling
sedikit seminggu 1 kali seperti membersihkan selokan, membersihkan sampah yang ada
dibantaran sungai, mengubur sampah sampah , dan bisa kita pilah sampah-sampah atau kita
dapat mendaur ulangnya

Pos terkait