Perekonomian Warga Tersendat
Dampak pembangunan juga dirasakan dari sisi ekonomi. Banyak warga Canguk yang sebelumnya berdagang di rumah masing-masing kini kesulitan berjualan. Ruko-ruko mereka tertutup oleh trotoar tinggi yang tidak ramah akses pembeli.
“Cari uang Rp10.000 saja sekarang susah,” ujar seorang ibu rumah tangga yang berjualan makanan ringan.
“Bukan kami malas berdagang, tapi orang-orang sulit datang ke kami.”
Hari ini mereka turun ke jalan, bukan untuk menciptakan kegaduhan, tetapi untuk memperjuangkan hak dasar mereka sebagai warga negara. “Ini bukan sekadar aksi,” kata salah satu koordinator, “ini adalah pengingat bahwa pembangunan sejati tak boleh mengorbankan martabat.”
Hingga artikel ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Warga menyatakan akan terus memperjuangkan hak mereka secara damai dan konstitusional.







